alexametrics

Otak Komplotan Masih Buron

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Komplotan pengganjal mesin ATM berhasil dibekuk aparat Reskrim Polres Salatiga . Dua dari empat komplotan ditangkap setelah petugas mendapat laporan dari korban. Selama aksinya, komplotan ini berhasil mengantongi uang sebanyak Rp 80 – 100 juta per bulan.

Dua pelaku yang ditangkap adalah Supriyanto, 34, warga Dusun Lima, Bojongsari, Kabupaten Purbalingga dan Kodri Andre, 41, warga Perum Karanganyar Residen, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Sedangkan dua palaku lainnya yaitu Rofik dan pimpinan komplotan Si Doel masih menjadi buronan petugas.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti 113 kartu ATM, sebuah mobil Daihatsu Xenia B 1398 SIA yang dipakai sebagai sarana transportasi, ratusan batang tusuk gigi , satu buah cuter dan sebuah tas.

Kasus ini terungkap saat Herma Putri Prabu, 21, warga Magersari, Tegalrejo, Salatiga melapor kejadian yang dialaminya pada 19 Juli silam. Herma saat sedang berada di ATM  BRI yang berada di SPBU Pasar Sapi, Salatiga. Kartu ATM macet dan tidak bisa keluar dari lubang kartu. Selanjutnya pelaku datang menawarkan diri. Saat korban panik itulah pelaku menukar kartu ATM milik korban dengan kartu sejenis kosong saldonya.

Baca juga:  UKSW Raih Peringkat 20 Liga 2 Nasional

Kemudian para pelaku membantu korban untuk memasukkan kartu ATM yang sudah ditukar dan meminta korban untuk memasukkan pin. Saat itulah, pelaku lain mengintip pin milik korban dan kemudian setelah mengetahui nomor pinnya, para pelaku pergi ke ATM lain untuk menguras saldo korban. Setelah mengetahui saldonya habis, korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polres Salatiga.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, kurang dari sebulan, dua dari empat pelaku berhasil dibekuk petugas. Dua pelaku lainnya masih buron. Dikatakan Supriyanto, pimpinan komplotan ganjal mesin ATM ini adalah Si Doel yang bertugas mengatur aksi dan mengawasi di sekitar lokasi. Sementara Rofik bertugas ‘mencuri’ nomor PIN dari  korban disaat panik karena kartunya macet di lubang mesin. Pelaku berlagak tidak saling mengenal. PIN diperoleh dengan melihat cara korban memencet tombol maupun menanyakan langsung. “Masing-masing sudah punya tugas sendiri-sendiri yang dipimpin oleh Si Doel. Hasil dari ini  dalam satu bulan bisa mencapai Rp 100 juta. Hasilnya dibagi,” katanya.

Baca juga:  Tim Jihandak Periksa Tas Mencurigakan, Ternyata ..

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Suharto dan Kasubag Humas AKP Joko Lelono mengatakan, komplotan ganjal ATM ini sudah lama malang melintang di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Modusnya mengganjal lubang kartu ATM dengan tusuk gigi sehingga pengguna kesulitan mengambil kartunya yang mandek di lubang.

”Saat itu lah pelaku lainnya pura-pura menawarkan kemudian mengganti kartu ATM korban dengan kartu sejenis. Ada juga yang bertugas membobol nomer pin korban,” ujar Kapolres. Ditambahkannya, pasal yang disangkakan kepada kedua pelaku adalah pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (sas/bas)

 

Cara Kerja Modus ATM

  • Pelaku mengganjal ATM dengan memasukkan tusuk gigi di ujung kanan lubang
  • Setelah terhambat seorang pelaku berdalih membantu mengeluarkan kartu dari mesin
  • Saat itulah, ia mengganti kartu ATM korban dengan kartu lainnya yang sama
  • Pelaku yang lain ada mengintip pin korban. Pin diperoleh dengan melihat cara korban memencet tombol maupun menanyakan langsung
Baca juga:  Pasar Ditutup Sehari, Warga 'Nyetok' Kebutuhan Pangan

Setelah mengetahui nomor pinnya, para pelaku pergi ke ATM lain untuk menguras saldo korban

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya