alexametrics

SSK Solusi Atasi Pernikahan Dini

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PURWOREJO – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah Rabu (16/10) mencanangkan SMAN 1 Purworejo sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Pencanangan ini dilakukan dalam kegiatan press tour BKKBN Provinsi Jawa Tengah di dua lokasi. Yakni SMAN 1 Purworejo dan kampung KB Kencana Sari Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.

Asisten Sekda 3 Pram Prasetya Achmad mengapresiasi dicanangkannya SMAN 1 Purworejo sebagai SSK di Jawa Tengah.  Bagi Pram, pendidikan kependudukan dinilai penting untuk dipahami oleh para siswa, agar semakin peka terhadap kondisi demografi serta permasalahan yang menyertainya.

Kepala SMAN 1 Purworejo Nur Azis mengatakan, konsep sekolah kependudukan bukanlah menambah mata pelajaran yang sudah ada di sekolah tetapi mengintegrasikan isu-isu kependudukan dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Baca juga:  Polisi Akhirnya Bebaskan 67 Warga Penolak Tambang, Komnas HAM Usut Insiden Desa Wadas

Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Jateng M. Solikul Hadi menyatakan SSK ini merupakan salah satu solusi, memecahkan persoalan-persoalan terkait dengan pernikahan usia anak. Dan sasarannya sementara ini adalah sekolah.

“Jadi itu salah satu solusi agar pernikahan usia dini tidak semakin lama semakin banyak. Karena persoalan pernikahan dini akan membawa dampak yang luar biasa,” bebernya.

Solikul menegaskan, pencanangan SSK memerlukan komitmen dari mitra di dunia pendidikan. Perwakilan BKKBN, menurut Solikul, telah menandatangani MoU dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng sebagai institusi yang membawahi SMA.

Sementara saat kunjungan di Kampung KB Kencana Sari, Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Kepala Subbid Hub Antara Lembaga dan Bina Unit Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Nasri Yatiningsih menjelaskan bahwa jumlah Kampung KB di Provinsi Jawa Tengah dalam laporan web BKKBN ada 1.940 yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Sedangkan untuk kampung KB yang menjadi center of excellence (COE) di tingkat provinsi ada dua kampung KB.  (had/lis)

Baca juga:  Analisis Dinamika Kependudukan Meningkat dengan PBL

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya