alexametrics

Dapat Ancaman dan Diteror, Direktur PT Sparta Putra Adhyaksa Lapor ke Polres Batang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Imbas kasus tagihan fiktif, membuat pelapor Didik Pramono selaku Direktur PT Sparta Putra Adhyaksa mendapat teror. Mulai dari ucapan verbal hingga mendatangi rumah pribadi.

“Kami kemarin sudah membuat aduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Batang, terkait teror ini,” jelas pengacara Direktur PT Sparta Putra Adhyaksa Didik Pramono, M.Zaenudin, saat ditemui di Pekalongan, pada Jumat (12/8).

Laporan dilakukan di Polres Batang, dikarenakan saat teror pertama berupa telepon dan chat melalui Whatsapp, diterima kliennya saat berada di kantor Batang.

Dijelaskan lebih lanjut, pelaku yang mengancam kliennya mengaku seorang oknum Kolonel dari Angkatan Laut. Saat telepon, pelaku menggunakan nada tinggi dan keras. Salah satu kalimat yang berhasil di ingat adalah, Didik Pramono diancam akan dipotong mulutnya. “Selain telepon, pelaku juga chat bahwa akan memerintahkan institusi kepolisian untuk mencari pak Didik,” jelasnya.

Baca juga:  MCK Adaptif jadi Pilot Project

Tidak itu saja, pelaku yang katanya geram karena Didik mengkasuskan Tagihan Fiktif. Juga mengancam akan menyebarkan foto Didik Pramono, ke sesama alumni, agar ikut mencari keberadaannya sampai lobang semut.

Teror tidak berhenti melalui telepon saja atau pesan. Ada oknum yang juga mengaku anggota TNI, mendatangi rumah Didik Pramono di Kota Pekalongan. Oknum tersebut juga sempat menemui istri Didik. Tanpa memberi penjelasan, oknum tersebut memfoto-foto rumah dan kantor.

“Saat pelaporan kemarin, kami sudah melampirkan transkrip chat sebagai bukti ancaman tersebut,” jelaskan.

Untuk diketahui, hal ini sebut M Zainudin SH imbas pelaporan sebelumnya oleh Direktur PT Sparta Putra Adhyaksa Didik Pramono, terkait kasus tagihan fiktif terhadap perusahaanya. Hal ini merembet dengan pelaporan mereka ke KPK terkait dugaan Mafia Pelabuhan di pelabuhan PLTU Batang.

Baca juga:  Wali Murid Tak Boleh Jemput di Area Sekolah

Saat ini untuk kasus tagihan fiktif, akan memasukkan persidangan di Pengadilan Negeri Pekalongan. Dimana kasus saat ini sudah memasuki tahap P21, yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat.

“Dalam waktu dekat, jika ada bukti tambahan, juga segera kami serahkan ke pihak berwajib,” jelasnya lagi.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo, membenarkan pihaknya sudah menerima aduan tersebut,dari Didik pramono Selaku Direktur Utama PT Sparta Putra Adhyaksa, Pihaknya saat ini masih mendalami pengaduan ini lebih lanjut.

“Kami sudah menerima aduan yang bersangkutan terkait ancaman. Saat ini, kami masih akan mendalami. Dan segera memanggil pihak-pihak yang diadukan,” jelasnya. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya