Pastikan Kesehatan Pelajar, Dinkes Awasi Jajanan Sekolah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, memperketat pengawasan dan pemeriksaan jajanan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut untuk memastikan jajanan tersebut aman dikonsumsi pelajar.

“Kami rutin melakukan uji petik jajanan sekolah, baik yang dijual di SD, SMP hingga SMA,” jelas Administrator Kesehatan Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh pada Sabtu (6/8).

Secara teknis tim Dinkes mendatangi pedagang yang biasa mangkal di lingkungan sekolah. Pengawasan akan intensif dilakukan sejak Minggu terakhir Juli sampai dengan Agustus 2022. Pihaknya menargetkan mendapat 240 sampel. Masing-masing kecamatan akan diambil 60 sampel.

“Hari ini masih terkumpul 180 sampel, sehingga hasilnya belum seluruhnya dapat kami sampaikan,” ujar Maysaroh.

Maysaroh menyebutkan, salah satu masalah keamanan pangan yang perlu mendapat perhatian adalah masih adanya penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan, seperti pengawet formalin, boraks, dan pewarna sintetis (rhodamin B, methanil yellow).

Baca juga:  TNI dan Polisi juga Dirazia Prokes

Maysaroh menambahkan, ketika menemukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, petugas akan langsung mencari informasi asal produk. Kemudian, mengedukasi pedagang bahwa makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

Tidak sampai di pedagang, petugas akan menginformasikan terkait pedagang jajanan tersebut kepada pihak sekolah. Harapannya pihak sekolah juga mengedukasi pedagang dan siswa-siswinya untuk berhati-hati dalam memberi makananan. “Minimal siswa-siswi dapat memilih jajanan yang aman,” jelasnya.

Terkait pantauan di lapangan, tim menemukan beberapa jajanan yang mengandung bahan berbahaya. Seperti jajanan mie gulung, saat diperiksa mengandung formalin. Kemudian di Pekalongan Barat, kerupuk usek diketahui menggunakan pewarna tekstil, bukan pewarna makanan.

Mendapati tersebut petugas langsung diberi peringatan pedagang agar tidak menjual makanan berbahaya. Lebih baik menggunakan mie kering, jangan mie basah. Kemudian untuk kerupuk usek, lebih baik menjual yang warna putih, sehingga menghindari penggunaan pewarna tekstil.

Baca juga:  Tancap Gas di Tahun Padat Program

Sementara bagi pedagang yang menjajakan makanan layak konsumsi, petugas akan memberi stiker khusus. Sebagai tanda bahwa makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi dan sudah melalui tahap pemeriksaan dari Dinkes setempat. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya