alexametrics

Semua Kuliner Khas Pekalongan Ada di Lapangan Mataram

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Berbagai kuliner khas Kota Pekalongan bisa dinikmati dalam satu lokasi. Ya, selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli, Pemkot Pekalongan menggelar Culinary and Creative Fest di Lapangan Mataram.

Masyarakat yang penasaran bisa berburu menu khas Kota Batik tanpa perlu capek muter kota.  Di sana ada nasi megono, soto tauto, pindang tetel, mie so, Sego Otot, kopi tahlil, Tjapret, dan sebagainya.

Event ini sebagai upaya pemkot membangkitkan pelaku UMKM yang sempat terdampak pandemi Covid. Tidak sekadar menyajikan produk kuliner, kegiatan juga dimeriahkan live music, bazar UMKM kreatif, pentas seni dan budaya, senam zumba, talk show, game competition. Kemudian ada lomba masak, mewarnai, tiktok competition, lomba foto, pentas seni dan budaya, hingga chef junior (gemar makan ikan) pelajar SD.

Baca juga:  Pelan Tapi Pasti, Permintaan Sarung Batik Mulai Naik

“Semoga adanya event ini bisa berdampak positif bagi pemulihan ekonomi terutama di sektor kuliner,” ucap Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid Rabu (13/7).

Event tersebut juga menarik perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. Bahkan dia sempat mencicipi mie so dan kopi tahlil. Menurutnya, dua menu yang dicicipi itu hanya ada di Kota Pekalongan.

“Tadi kami nyoba minum kopi tahlil bareng dan memakan mie so Bu Wali (Ketua TP PKK Inggit Soraya) rasanya mantap semua,” ungkap Taj Yasin.

Kegiatan juga dihadiri Ketua TP PKK I Kota Pekalongan, Hj Istiqomah, dan Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Budiyanto, beserta segenap Forkopimda Kota Pekalongan.

Wagub mengapresiasi upaya Pemkot Pekalongan yang telah mewadahi para pelaku UMKM melalui gelaran Culinary and Creative Fest 2022. “Tidak hanya makanan tradisional saja, di gelaran ini juga ada makanan dan minuman kekinian,” tutur Taj Yasin.

Baca juga:  Jadikan PAUD PKK Sesuai Standar Nasional Pendidikan

Menurutnya, event seperti ini bisa memunculkan diskusi dan ide-ide kreatif dalam memajukan para pelaku UMKM di Kota Pekalongan. Sehingga, harapannya kuliner di Kota Pekalongan tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat lokal saja, tapi masyarakat luas. Butuh inovasi untuk memasarkan produk agar bisa menjadi oleh-oleh. Seperti halnya megono kaleng yang bisa diawetkan untuk beberapa hari ke depan.

Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Budiyanto menambahkan, dalam festival ini ada 25 UMKM binaan Dindagkop-UKM, 10 kuliner, 45 stand kuliner cafe resto, food truck, perbankan,  franchise, penyedia aplikasi online.

Harapannya event ini bisa meningkatkan kualitas usaha, omzet, dan meningkatkan semangat para pelaku UMKM agar bisa bersaing. Tak kalah penting mengenalkan kuliner khas Kota Batik kepada masyarakat luas. (han/zal)

Baca juga:  Genjot Pajak, Optimalkan Pendapatan Parkir

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya