alexametrics

Pemkot Pekalongan Stop Eksploitasi Air Bawah Tanah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemkot Pekalongan mengeluarkan kebijakan larangan eksploitasi air bawah tanah. Langkah tersebut untuk mencegah land subsidence  (penurunan permukaan tanah) semakin parah.

Kota Pekalongan saat ini berada pada ketinggian sekitar enam meter di atas permukaan laut. Sementara land subsidence mencapai 11 sentimeter per tahunnya. “Kalau hal ini dibiarkan, maka lama kelamaan Kota Pekalongan akan tenggelam,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Joko Purnomo melalui Pengendali Dampak Lingkungan Muda, Hadi Riskiyanto.

Selama ini eksploitasi air bawah tanah cukup pesat di berbagai sektor. Untuk itu, perlu langkah nyata untuk menanganinya. Penggunaan air bawah tanah harus dibatasi. Nanti semua akan diarahkan pada penggunaan air permukaan. Hal ini lebih aman, karena air permukaan pengambilannya tidak memerlukan aktivitas menggali. Bisa diambil dari sungai, telaga, atau waduk.

Baca juga:  Dua Pertashop di Pekalongan Barat Diduga Curang

Pemerintah Kota Pekalongan sudah tidak mengizinkan pengeboran sumur-sumur baru. Terutama bagi kalangan industri atau perusahaan. Namun khusus Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) masih diperbolehkan. “Untuk Pamsimas yang sudah tidak berjalan izinnya tidak bisa diperbaharui lagi,” tandasnya.

Sementara itu, langkah lain untuk membuat wilayahnya kering, pemkot melakukan perbaikan jalan dan drainase. Kali ini sasarannya Jalan Angkatan 66 di Pekalongan Barat. Wilayah tersebut selama ini menjadi langganan rob akibat limpasan sungai.

“Jalan ini hampir setiap waktu terendam, akses jalan sering ditutup karena tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Butuh segera diperbaiki,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan melalui Kabid Bina Marga, Kukuh Adi Sri Satyanto.

Jalan Angkatan 66 cukup vital karena menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Sutan Syahrir. Rencananya jalan akan dibeton dan ditinggikan sepanjang 1.019 meter dan lebar 4.5 meter. Untuk drainase akan dipasang 470 U-ditch di sepanjang jalan.

Baca juga:  Masih Sering Kecolongan Kontraktor Nakal, Banyak Proyek Mangkrak

Peninggian dimulai dari titik pintu masuk angkatan 66 mentok hingga pertigaan akhir. Ketinggian jalan disesuaikan dengan permukaan tanah sepanjang ruas jalan angkatan 66, antara 30 hingga 60 sentimeter. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya