alexametrics

Penyuntikan Vaksin PMK Prioritaskan Sapi Perah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan mendapat alokasi 100 dosis vaksin PMK (penyakit mulut dan kuku). Hari ini Rabu (29/6) siap disuntikan kepada hewan ternak. Prioritasnya hewan yang sehat dan sapi perah.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Muadi, menjelaskan, dosis pertama ini memang kuotanya baru 50 persen dari sasaran. Pihaknya menargetkan 200 dosis. Sejauh ini ada lima titik peternakan yang masih bersih dari PMK (zona hijau).

Selain memprioritaskan ternak yang sehat, juga menyasar sapi perah. Alasannya, sapi perah memiliki masa hidup di kendang lebih lama daripada sapi potong.“Kalau sapi potong biasanya dijual untuk langsung dipotong di RPH atau di luar RPH,” tandasnya.

Baca juga:  Tak Perlu Ngotot saat Menggigit Nasi Otot

Menurutnya, wabah PMK ini membuat pengusaha sapi perah berdampak luar biasa, karena produksi susu yang dihasilkan ternak menurun hingga 70 persen. Kemudian jumlah populasi sapi perah di Kota Pekalongan sekitar 300-an ekor. “Kami ditargetkan vaksinasi PMK ini bisa rampung sebelum tanggal 2 Juli 2022,” jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ilena Palupi menambahkan, untuk pelaksanaan vaksinasi pihaknya menerjunkan dua tim. Tim pertama berlokasi di peternakan daerah Panjang Baru dengan populasi 50 ekor sapi, tim kedua akan terjun di peternakan di Kelurahan Degayu dengan jumlah populasi 30 ekor. Sisanya akan diberikan ke wilayah Kuripan Yosorejo.

Sementara itu, menjelang Idul Adha 1443 Hijriyah pihaknya terus berupaya untuk menyembuhkan hewan ternak, terutama sapi yang positif PMK maupun yang suspek ringan dan sedang. Dalam masa penyembuhan ini, hewan ternak diberikan obat-obatan medis oleh dokter hewan dan mantri hewan.

Baca juga:  Dari Remote Control, Latih Kecerdasan dan Rasa

Di samping itu, peternak di Kota Pekalongan juga sudah berinisiatif secara swadana memberikan jamu herbal seperti madu dan telur untuk meningkatkan imunitas dan stamina hewan ternak.

Diketahui, per tanggal 25 Juni 2022, tercatat data suspek PMK sebanyak 208 ekor sapi. Sebanyak 75 ekor sapi di antaranya sembuh. Kemudian yang mati atau dipotong di RPH maupun dijual 25 ekor sapi. Sisanya 108 ekor sapi masih dalam proses penyembuhan oleh tenaga medis Dinperpa Kota Pekalongan. “Semoga yang kena PMK segera sembuh,” harapnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya