alexametrics

Tangani Banjir Rob, Pemkot Pekalongan Gandeng Dewan Air Belanda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bekerja keras untuk mengatasi banjir dan rob yang terus menghantui warga. Salah satunya dengan menggandeng Dutch Water Authority (DWA) atau Dewan Air Belanda untuk membantu percepatan penanganan.

Penjajakan kerja sama dilakukan kedua belah pihak di ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Jumat petang (3/6). Kerja sama tersebut bernama Blue Deal

Iki londone tak tekake sisan ning Pekalongan (ini orang Belandanya Saya datangkan sekalian ke Pekalongan) untuk langsung meninjau dan mudah-mudahan bisa tercapai kerja sama,” ucap Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid.

Diketahui, sejak 12 tahun terakhir, pesisir Kota Pekalongan, terancam banjir rob. Pemkot berupaya mengentaskan persoalan tersebut dengan menggandeng berbagai pihak. Sebelumnya pemkot mencanangkan pembangunan sistem pengendali banjir dengan Kemen-PUPR, BBWS Pemali Juana. Kemudian kerja sama komunitas dan lembaga penggiat peduli lingkungan dari Program Adaptation Fund Kemitraan,  Mercy Corps Indonesia (MCI) dan Earthworm Foundation  Indonesia (EFI), kali ini menggandeng  DWA.

Baca juga:  Siapkan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Tahap Dua

DWA banyak memberi rekomendasi untuk Kota Pekalongan. Mengingat wilayah Kota Batik ini mirip dengan Belanda. Di mana permukaan air laut dan air sungai lebih tinggi dibandingkan daratan.

Hanya saja, lanjut Aaf-sapaan akrab wali kota- untuk mewujudkan kerja sama ini prosesnya harus dimulai dari kerja sama antar negara. Yakni antara Pemerintah Belanda dan Indonesia. Kemudian, lanjut ke Pemerintah Provinsi baru ke Pemerintah Daerah. “Kebetulan, Blue Deal ini menyasar ke wilayah Semarang dan Kota Pekalongan,” terangnya.

Dengan terwujudnya kerja sama Blue Deal ini, diharapkan bisa membawa keberkahan dan manfaat untuk masyarakat maupun Kota Pekalongan dalam menuntaskan permasalahan banjir dan rob. “Mudah-mudahan bisa segera terwujud, terlebih DWA ini tim teknis untuk penanganan banjir dan rob di negara Belanda,” tuturnya.

Baca juga:  Jadikan Kreasi Makanan Non-Beras Ladang Bisnis

Sebelumnya, Perwakilan DWA, Peter Hollanders menyampaikan, kerja sama Blue Deal ini mulai dari 2022 hingga minimal 2030. Akan dilakukan secara kontinyu.  Pemkot Pekalongan ini dalam jangka waktu cukup lama. Utamanya dalam sisi pengelolaan air. “Kami ingin berbagi ilmu dan membantu pemerintah dalam pengelolaan air yang berkelanjutan,” ucap Peter.

Menurutnya, dengan berbagi pengalaman teknis, sikap, kompetensi/kemampuan yang dimiliki, DWA bisa mengubah cara pikir masyarakat Indonesia, khususnya di Pekalongan.

“Dalam kerja sama ini diharapkan semua komponen masyarakat bisa terlibat agar bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya