alexametrics

Kejar PAD, Dishub Pelototi Jukir dan Buru Titik Potensial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan mulai menertibkan juru parkir (jukir) liar. Selain itu juga akan memburu titik titik parkir potensial yang belum tergarap optimal. Langkah tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi.

Penertiban dilakukan dengan melegalisasi jukir liar. Petugas meminta jukir tersebut memenuhi persyaratan sebagai jukir resmi.

“Kami akan pelototi juru parkir, jika belum berizin kami siapkan surat tugas untuk penarikan parkir,” tegas Analis Kebijakan Muda Sub Koordinator Parkir Dinhub Kota Pekalongan, Hari Putra Setiawan Selasa (31/5).

Dishub telah memetakan titik parkir potensial. Saat ini ada 425 titik yang terdaftar. Rinciannya 386 titik aktif dan 39 tidak aktif. Sementara target PAD dari sektor retribusi parkir tahun ini Rp 1,3 miliar.

Baca juga:  Penerapan HET Minyak Goreng Terkendala Stok

Hinggga akhir Mei ini baru tercapai Rp 325.231.000 atau 24,1 persen dari taget. Untuk mencapai target, pihaknya akan optimalkan titik yang sudah ada dan mencari titik potensial baru

“Untuk mengganti titik parkir yang sudah tidak aktif, kita sudah melakukan survei potensi titik parkir lain,” katanya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinhub Kota Pekalongan, Moh Karmani menambahkan, dari 386 titik parkir yang aktif pantauan di lapangan justru ada lebih 390 titik aktif. Pihaknya akan mengkaji pengembangan titik parkir tersebut.

“Sebenarnya 39 titik yang non-aktif bisa diaktifkan kembali. Karena masih dekat lokasi keramaian. Selama ini memang tidak karena tidak aktivitas perdagangan di sana,” katanya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Muda Sub Koordinator Parkir Dinhub Kota Pekalongan, Hari Putra Setiawan mengimbau masyarakat untuk menaati aturan parkir. Jangan parkir sembarangan. Baik itu lokasinya maupun cara parkirnya.

Baca juga:  Dihajar Rob, Lahan Tambak di Pesisir Kota Pekalongan Tersisa Enam Persen

Ditambahkan, ada beberapa lokasi khusus yang perlu diperhatikan. Utamanya jalan yang ruasnya tidak lebar. Hanya boleh parkir satu baris di satu sisi saja.  Seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan dr Cipto, dan Jalan Sultan Agung. “Parkir di lokasi yang ditentukan, jangan menempatkan di dua sisi jalan,” tandasnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya