alexametrics

Banjir Rob, Pemkot Pekalongan Belum Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Banjir rob yang melanda Kota Pekalongan, cukup parah. Namun pemkot belum menetapkan status tanggap darurat bencana. Pemkot masih memantau perkembangan dan mengkaji kondisi secara intens. Penanganan darurat telah dilakukan, dengan menyiapkan 1.500 karung berisi pasir untuk menambal tanggul jebol dan mengoptimalkan mesin pompa.

Seperti diketahui, air laut melimpas dari pesisir Pantaisari, Pekalongan Utara, hingga permukiman warga. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul di sejumlah titik.

“Kami masih terus memantau dan mengkaji perkembangan terkini banjir rob ini,” jelas Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid Rabu (25/5).

Saat ini banjir rob masih menggenangi permukiman di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, seperti di Degayu, Panjang Wetan, Panjang Baru dan Kandang Panjang. Sedangkan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, terjadi di permukiman Pasirsari dan Tirto. Pengungsi pun terus bertambah, catatan terkini ada 350 jiwa.

Baca juga:  Proyek Penanganan Rob Pekalongan Digelontor Rp 1,24 T

“Kami belum menetapkan status tanggap bencana, ada tahapan-tahapannya, dan kejadian banjir rob ini belum masuk status tersebut,” tegas Aaf, sapaan akrab wali kota.

Hal itu membuat anggaran bencana tidak bisa dikeluarkan. Namun pemkot memiliki cara lain untuk mengcover anggaran bencana. Yakni memaksimalkan anggaran yang ada dan menggandeng pihak lain. Seperti Baznas, Korpri Peduli dan stakeholder terkait. Bantuan tersebut untuk menyuplai kebutuhan warga terdampak.

Alhamdulillah sejauh ini semuanya masih bisa tercover. Mudah-mudahan musibah banjir rob ini bisa segera teratasi,” harapnya.

Sejumlah penanganan telah dilakukan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah menempatkan 1.500 karung tanah untuk menambal tanggul yang jebol. Terutama di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. Di wilayah itu ada dua titik tanggul jebol. Sebanyak 300 karung tanah untuk menambal tanggul di gang 16 dan 1.200 karung di gang 12.

Baca juga:  Okupansi Sahid Mandarin Hotel Mulai Membaik

Selain itu, di Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara, juga ada laporan tanggul jebol. “Tim juga sudah mengirim karung tanah ke sana,” ujarnya.

Penanganan juga dilakukan dengan mengoptimalkan pompa-pompa yang sudah ada. “Namun ketika air rob masih tinggi dibandingkan tanggul, maka perlu menunggu surut agar air bisa dipompa,” imbuhnya.

“Program sistem pengendalian banjir dan rob dari Pemerintah Pusat terus digarap, namun proses pengerjaannya butuh waktu, karena dilakukan secara bertahap,” tandasnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya