alexametrics

Tanggul Sungai Meduri Pekalongan Jebol, Ratusan Warga Mengungsi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Fenomena banjir air pasang turut membuat tanggul di sungai Meduri, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan jebol. Akibatnya, ratusan warga setempat terpaksa mengungsi, karena pemukiman terendam air.

“Menurut perkiraan BMKG hari ini ada potensi besar banjir air pasang lagi. Jadi kita harus tetap waspada apalagi ada tanggul jebol di sungai Meduri,” kata Wali Kota Aaf panggilan akrabnya,pada Selasa (24/5).

Diungkapkan lebih lanjut, adanya warganya yang mengungsi Pemerintah Kota Pekalongan beserta jajarannya langsung meninjau tempat pengungsian dan tanggul jebol di Kelurahan Tirto pada Senin malam (23/5).

Wali Kota Aaf mengungkapkan bahwa banjir rob kali ini luar biasa. Menurut pantauan Aaf banjir ini paling besar jika dilihat dari tabel yang dikirimkan dari BMKG.

Baca juga:  Pengendara Dirapid dan Diberi Coklat

Pihaknya mengaku sudah koordinasi dan komunikasi dengan gubernur mengenai kondisi di Kota Pekalongan saat ini. “Mudah-mudahan segera bisa tertangani karena ini tak dapat dilakukan langsung harus melihat kondisi air tak pasang dulu,” terang Aaf.

Aaf menambahkan, antisipasi yang harus dilakukan yakni bagaimana menyiapkan logistik untuk pengungsi, tempat pengungsi, serta menyiapkan dapur umum untuk pengungsi dan warga terdampak banjir. Sementara ini, pihaknya terus memantau banjir. “Hari ini, kita lihat siklusnya, air rob naik pukul berapa dan turun pukul berapa. Ini agar segera tertangani dengan tanggul darurat,” jelas Aaf.

Dijelaskan lebih lanjut, akibat kejadian ini, lokasi terparah yakni di sekitar Meduri. Karena ada tanggul yang jebol. Tetapi warga di situ sudah siap untuk ikut kerja bakti apabila semua logistik sudah siap dari pemkot. Pada senin malam (23/5) warga juga sudah melakukan tindakan. Untuk itu, setiap waktu warga akan waspada.

Baca juga:  Pembangunan Wisata Air Tahap Pertama Dipusatkan di Pantai Pasir Kencana

Dengan melihat dilihat siklus airnya. Begitu siklus air turun, Pemkot dibantu warga langsung memperbaiki tanggul. “Kami akan gotong royong biar cepat, bareng jajaran Pemkot, Kodim, Polres, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga,” tutupnya. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya