alexametrics

Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Salman Alfarasi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unila

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Salman Alfarasi, S.H., M.H. meraih gelar doktor dalam ujian terbuka promosi doktor di gedung Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Senin (23/5) kemarin.

Ujian tersebut menghadirkan tim penguji yang diketuai Prof. Dr. Heryandi, S.H., MS yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Dekan FH Dr. Faqih dan tamu undangan.

Selama 15 menit, Salman memaparkan disertasi dengan judul Rekonstruksi Hukum Acara Perdata Dalam Gugatan Sederhana (Small Claim Court) Menuju Peradilan Modern yang Berkeadilan.

Diwakili Prof. Dr. Heryandi, promotor dan anggota penguji lainnya akhirnya meluluskan Salman Alfarasi menjadi doktor ilmu hukum. Yang mana dinyatakan lulus pada program studi ilmu hukum yang merupakan lulusan nomor dua dengan predikat memuaskan. Dengan lama studi tiga tahun sembilan bulan. Lulus dengan hasil yang sangat memuaskan

Baca juga:  Satpol PP Kota Pekalongan Tertibkan Reklame Liar

Atas kelulusan tersebut, Salam berencana akan mengajukan penelitian nya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI agar dapat ditetapkan di Undang-undang terkait pembaharuan hukum acara perdata terbaru. “Mudah-mudahan penelitian saya ini diakomodir oleh DPR RI untuk menciptakan pembaharuan hukum acara perdata yang baru,” katanya.

Lebih lanjut kata mantan hakim PN Tanjungkarang, penelitian yang ditemukannya tentang rekonstruksi hukum acara perdata dalam gugatan sederhana untuk mewujudkan peradilan modern yang berkeadilan. Dalam rekonstruksi hukum acara perdata dalam gugatan sederhana terbagi menjadi tiga diantaranya biasa, singkat, dan cepat.

Yang mana, dalam gugatan sederhana masuk dalam kategori singkat. Walaupun pembaharuan ini sudah dilakukan di Mahkamah Agung, tetapi untuk ke depannya tidak boleh terlalu lama dengan Perma karena harus mempunyai induknya yakni Undang-undang. “Jadi itu harus kita kaji terus sehingga DPR RI dapat mengakomodir penelitian saya,” kata dia.

Baca juga:  Sidak Kinerja, ASN Terpantau Hadir 100 Persen

Salman menambahkan dalam rekonstruksi hukum acara perdata yang sederhana, dirinya ke depan akan kembali melakukan kajian, penelitian untuk mendukung pendorongan agar DPR RI dapat mengakomodir gugatan sederhana yang masuk dalam Undang-undang.

Terkait statusnya sekarang menyandang gelar Doktor, hal tersebut merupakan suatu tanggung jawab yang harus dipenuhi baik untuk instansi maupun untuk negara. Apalagi dirinya sebagai praktisi hakim dan Ketua Pengadilan.

“Saya harus memberikan tanggungjawab gelar ini untuk pekerjaan saya maupun untuk ilmuan nantinya dan saya akan berikan ilmu ini kepada siapapun,” tandasnya. (han/svc/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya