alexametrics

Mendadak dan Minim Dana, Festival Balon Tetap Meriah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Festival balon udara di Kota Pekalongan berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruang di Lapangan Mataram, Minggu (8/5).

Gelaran Balloon Attraction Pekalongan 2022 ini, Pemerintah Kota Pekalongan bekerja sama dengan Komunitas Sedulur Balon Pekalongan.

“Walaupun digelar mendadak, saya bersyukur acaranya tetap meriah,” ujar Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, di Lapangan Mataram, kemarin.

Ya, tahun ini, pemkot kembali mengizinkan berbagai acara perayaan Syawalan. Sebelumnya vakum dua tahun. Kebijakan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti, ribuan warga dari berbagai daerah memadati lapangan Mataram senjak pagi.

Wali kota berharap 2023 mendatang, Festival Balon Tambat bisa diselenggarakan di Stadion Hoegeng Pekalongan seperti gelaran 2019.

“Kreasi balon-balonnya sangat luar biasa, meskipun mendadak tetapi acara hari ini sudah bagus dan patut diapresiasi,” imbuhnya.

Baca juga:  Aaf: Pertahankan Image Sehat Koperasi

Sementara itu, Ketua Komunitas Sedulur Balon Pekalongan, Priyadi mengatakan, kegiatan ini sekaligus melepas kangen masyarakat akan momen Syawalan.“Kalau tidak diberi wadah, kami khawatir balon udara akan dilepas secara liar,” katanya.

Dia mengatakan, tahun ini peserta balon udara tambat dibatasi 32 kelompok, mengingat dana yang terbatas. Panitia memberi subsidi Rp 150 ribu setiap kelompok untuk pembuatan balon udara. Selain itu, juga menyiapkan doorprize sebesar Rp 10 juta untuk peserta yang beruntung.

“Pemkot belum bisa mengalokasikan anggaran, karena rrefocussing anggaran untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Sejumlah ketentuan harus dipatuhi peserta dalam penyelenggaraan acara ini. Di antaranya balon ditambatkan dan peserta menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Warna balon udara yang ditambatkan harus mencolok.

Baca juga:  Penanganan Banjir Tetap Harus Terapkan Prokes

Ukuran balon udara memiliki batasan garis tengah maksimum 4 meter dan tinggi maksimum 7 meter pada saat terisi penuh udara (inflated). Ketentuan lainnya, ketinggian maksimal 150 meter dari permukaan tanah.

Pihaknya berharap ke depan bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak agar acaranya lebih meriah. Diketahui, melepas balon udara saat peringatan Syawalan merupakan tradisi warga Kota Pekalongan sejak puluhan tahun yang lalu. Namun kini, semakin dilarang, mengingat mengganggu penerbangan, seiring dengan lalu lintas pesawat yang semakin padat.

Pertama kali digelar festival balon udara tambat sejak tahun 2018 diikuti 30 tim. Kemudian 2019 diikuti 107 peserta. Sedangkan tahun 2020 dan 2021 tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19.

Salah satu warga, Nur Faizah mengaku senang bisa mendapat hiburan gratis dari festival balon ini. Bersama keluarganya, ia semangat datang sejak pagi. “Senang sekali, ada festival balon lagi. Walaupun agak telat, tapi sya dan anak-anak sangat terhibur,” ujar warga Wiradesa ini. (han/zal)

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Libatkan RT untuk Lacak Pemudik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya