alexametrics

Target Naik, Pemkot Pekalongan Optimalkan Penagihan Retribusi Pedagang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan menaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi pasar dan pedagang kaki lima (PKL) sebesar Rp 100 juta.

Kepala Bidang Pasar dan Pembinaan PKL Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Deddy Setyawan, mengatakan, walaupun jumlah lapak dan pedagang sama, pihaknya tetap menaikkan target retribusi. Sebab, selama ini masih banyak potensi yang belum tergali atau belum tertagih. Tahun lalu target retribusi Rp 3,1 miliar, tahun ini menjadi Rp 3,2 miliar. “Kami akan mengoptimalkan penagihan piutang pedagang yang belum bayar,” ungkapnya.

Deddy membeber, berdasarkan data tahun lalu, penyumbang retribusi terbesar yakni Pasar Sugihwaras Rp 800 juta dan Pasar Banjarsari Rp 600 juta.

Baca juga:  Tahap Ketiga Giliran Masyarakat yang Divaksin

Sementara terkait PKL, pemkot tahun ini akan menambah titik. Sesuai permintaan Paguyuban Kauman Kreatif yang meminta lapak di Alun-Alun. Pemkot mengizinkan gelaran lapak tersebut selama sebulan. Bahkan pedagang juga sudah membayar retribusi Rp 15 juta untuk satu bulan.

Tercatat hingga Maret 2022, retribusi pasar dan PKL mencapai Rp 718.634.000 (22,29 persen). Rinciannya retribusi pasar Rp 600 jutaan (21,28 persen). Sedangkan dari PKL kisaran Rp 100 juta (27,75 persen).

Deddy menyebutkan, hasil penarikan retribusi yang paling besar yakni Pasar Grogolan Baru yang rata-rata per harinya mencapai Rp 2,5 juta. Kemudian Pasar Banyurip Rp 1,5 juta. Sedangkan untuk pasar tradisional lainnya seperti Pasar Podosugih, Pasar poncol, Pasar Anyar, Pasar Kraton, dan sebagainya hasilnya paling di bawah Rp 1 juta.  “Kami optimistis hingga akhir tahun bisa mencapai target,” tandasnya. (han/zal)

Baca juga:  Vaksinasi Lansia di Pekalongan Baru 35 Persen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya