alexametrics

Pemkot Pekalongan Tanggung Premi Jamkes Warga Miskin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemkot Pekalongan mengalokasikan anggaran premi jaminan kesehatan (Jamkes) bagi warga miskin. Namun pemkot meminta warga miskin mendaftar peserta JKN Kartu Indonesia Sehat. Karena itu syarat sebagai Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

“Kami berikan subsidi sebesar Rp 37.800 per jiwa per bulan bagi peserta JKN KIS PBI JK,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan, Mei Lestariningrum  Selasa (12/4).

Sejauh ini total kepesertaan JKN KIS PBI di Kota Pekalongan yang dibiayai oleh pemkot ada 45 ribuan orang. Jumlah tersebut menurun dibanding sebelumnya yang di angka 62 ribu orang. “Sebagian orang sudah dialihkan, biayanya diakomodir dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Baca juga:  Jelang Pilkada, Genjot Perekaman E-KTP

Mei menyebutkan, setiap bulannya rata-rata  penyaluran kartu baru kepesertaan JKN KIS PBI yang dibiayai pemkot sebanyak 700-800 orang. Penyerahan dilakukan di kantor Dinkes Kota Pekalongan oleh layanan mobil keliling BPJS Kesehatan.

Bagi yang ingin pengajuan kepesertaan, pemohon harus mendapat rekomendasi dari Dinsos-P2KB Kota Pekalongan. Selanjutnya akan diverifikasi apakah yang bersangkutan benar-benar tidak mampu, masuk golongan fakir miskin. Kalau sudah mendapatkan rekomendasi, maka calon peserta perlu datang ke kantor Dinkes untuk didaftarkan ke kantor BPJS Kesehatan.

“Setelah permohonan kepesertaannya diterima, syarat pengambilan Kartu JKN KIS ini, pemohon harus di-screening terlebih dahulu terkait vaksin Covid 19. Baik pertama, kedua atau booster. Akan tetapi, kalau ada keadaan tertentu yang mengharuskan peserta tidak bisa divaksin seperti kondisi hamil atau sakit komorbid, syarat vaksin dapat dipertimbangkan,” terangnya. (han/zal)

Baca juga:  Pastikan Sektor Pariwisata Tidak Ada PHK

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya