alexametrics

Ajak Masyarakat Sadar dan Tanggap Bencana

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Masyarakat Jawa Tengah diminta lebih sadar bencana. Mengingat tingkat kebencanaan di wilayah ini cukup besar di banding daerah lain di Indonesia. Hal tersebut terungkap saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menggelar identifikasi dan sosialisasi daerah rawan bencana.

“Hampir semua wilayah di Jateng rawan bencana, warganya harus siap siaga,” jelas Kepala Harian (Kalahar) BPBD Kota Pekalongan, Saminta, melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Dimas Arga Yudha pada Senin (14/3).

Menurut Dimas, Jateng menjadi penyumbang cukup besar kasus bencana di Indonesia selama ini. Baik bencana alam maupun kejadian lain. Terutama banjir, yang hampir banyak terjadi di berbagai kabupaten/kota. Untuk itu, butuh kerja semua pihak. Mulai warganya sendiri, pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat. “Kemarin kami kedatangan tim BPBD dan DPRD Jateng. Mereka melakukan sosialisasi sekaligus menyinkronkan program pencegahan bencana bersama,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Ajak Kerja Sama Kabupaten Tetangga Atasi Banjir

Sebab, lanjut Dimas, beberapa bencana seperti banjir akibat limpasan sungai, pemkot tidak bisa berdiri sendiri. Harus melibatkan pemrov yang memiliki kebijakan terkait sungai. Dengan adanya diskusi bersama, tentu akan memudahkan dalam mengambil kebijakan yang tepat. “Sekaligus warga diajak turut antisipasi bersama,” tandasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jawa Tengah, Ginaryo menjelaskan, pihaknya bersama anggota DPRD melakukan identifikasi dan sosialisasi daerah rawan bencana. “Kami diskusi, kaitanya kendala dan usulan perbaikan yang berpotensi atau menjadi ancaman bencana,” jelas Ginaryo.

Ditegaskan, penanganan bencana ini harus melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dan sebagainya. Pihaknya juga mengapresiasi masyarakat yang membentuk relawan maupun komunitas penanganan bencana. Termasuk perusahaan yang menggelontorkan CSR untuk penanganan kebencanaan. “Harapannya ini, bisa menjadi modal untuk menggali potensi bencana dan memunculkan kampung tangguh bencana ke depannya,” harapnya. (han/zal)

Baca juga:  Ricuh, Massa Bakar Road Barrier dan Rusak Mobil

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya