alexametrics

34.000 Liter Minyak Goreng Ludes dalam Tiga Jam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) kembali menggelar operasi pasar murah di lima titik. Tak lebih dari tiga jam, sebanyak 34.000 liter minyak goreng (migor) langsung ludes.

“Selain migor kami juga menjual beras Bulog sebanyak satu ton,” jelas Kepala Dindagkop UKM Kota Pekalongan, Budiyanto melalui Kabid Perdagangan Junaenah Rabu (2/3).

Operasi pasar tersebut untuk membantu stabilisasi harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas). Pihaknya bekerja sama dengan Bulog dan distributor minyak goreng. Digelar di lima titik, yakni di halaman kantor Kecamatan Pekalongan Utara, kantor  Kelurahan Tirto , Pringrejo,  Kelurahan Jenggot dan Kelurahan Kuripan Kertoharjo. “Masing-masing lokasi kami siapkan 8.000 liter migor,” jelasnya.

Baca juga:  Sambut HUT Ke-116 Kota Pekalongan, Wali Kota Ziarahi para Pendahulu

Satu orang pembeli mendapat jatah 2 liter migor seharga Rp 14.000/per kilo, dan Rp  22.000 dapat 2,5 kilogram beras medium. Namun khusus beras murah hanya dijual di halaman kantor Kecamatan Pekalongan Utara.

Sedangkan untuk empat titik lainnya hanya tersedia minyak goreng murah. Dindagkop bekerja sama dengan CV Sugih Abadi Makmur, salah satu distributor minyak goreng. “Masyarakat cukup antusias, karena hingga kini masih sulit mencari migor murah,” katanya.

Dengan digencarkannya operasi pasar murah khusus minyak goreng, pihaknya berharap stok minyak goreng bisa merata dan masyarakat mendapatkan harga yang sesuai HET. Maret ini, pihaknya akan menggelar kembali operasi pasar mudah di delapan titik pada 2 dan 4 Maret 2022. Yakni di Kelurahan Tirto , Pringrejo, Kuripan dan Jenggot, kemudian di Kelurahan Kauman, Poncol, Krapyak serta Panjang Wetan. “Kami akan memastikan ketersediaan stok pada distributor terkait dulu,” jelasnya.

Baca juga:  Dari 142 Kapal , Baru 52 yang Mengganti Alat Tangkap Cantrang

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pekalongan Utara, Trieska Hermawan mengungkapkan, untuk mencegah kerumunan dan berdesakan, mobil stok operasi pasar disiapkan di halaman kantor,  sementara warga yang antre berada di depan gerbang kantor. “Warga yang belanja tetap jaga jarak dan memakai masker,” tandasnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya