alexametrics

IKM Dapat Jatah Migor Khusus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Selain membantu masyarakat umum terkait kelangkaan minyak goreng (migor). Pemerintah Kota Pekalongan turmemprioritaskan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan. Dengan memberikan jatah khusus, agar mereka tetap bisa bertahan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Sri Budi Santoso menjelaskan, industri makanan menjadi salah satu industri unggulan di Kota Pekalongan. Mereka tersebar di seluruh wilayah Kota Pekalongan. Mulai dari penjual gorengan hingga warung-warung kecil, semuanya membutuhkan migor. “Mereka ini jaring pengaman bagi masyarakat pada kondisi pandemi Covid-19. Harus kita bantu,” ujarnya Selasa (1/3).

Oleh karena itu, menyikapi kelangkaan minyak goreng dan sebagai wujud IKM peduli stabilisasi harga produk industri pangan, Dinperinaker fokus membantu para pedagang binaan.

Salah satunya dengan menggandeng IKM lain yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak goreng dan industri pangan, agar usahanya  tetap berjalan. “Dengan berjalannya usaha mereka, otomatis aktivitas ekonomi masyarakat Kota Pekalongan tetap bergerak dan tumbuh,” imbuhnya.

Baca juga:  Penyekatan Jalan Diperpanjang

Sebelumnya, pada Jumat, 25 Februari 2022 lalu, Dinperinaker membantu memfasilitasi operasi pasar minyak goreng murah di Kelurahan Medono. Dengan menjual Rp 14 ribu/liter. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi kembali dengan pihak terkait untuk menyelenggarakan kegiatan serupa.

“Kami juga ada rencana menyalurkan minyak goreng murah tersebut khusus untuk IKM. Rencananya ada 500 IKM yang akan kami salurkan. Nantinya setiap IKM makanan akan kami perbolehkan membeli dalam satu kesempatan itu 5-10 kilo migor,” tandasnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya