alexametrics

Aaf: Pertahankan Image Sehat Koperasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Mewujudkan koperasi sehat dibutuhkan inovasi dan transparansi. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini, para pengurus harus kreatif dan adaptif agar tetap bertahan.  Hal itu ditekankan Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Wanita Dharma Rini ke-38 pada Rabu (16/2).

Aaf-sapaan akrab wali kota- mengapresiasi apa yang dilakukan Koperasi Wanita Dharma Rini selama ini. Sangat membantu anggotanya dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Dan telah menjadi koperasi yang sehat.

“Koperasi Wanita Dharma Rini bisa dikatakan koperasi senior di antara koperasi lainnya yang ada di Kota Pekalongan,” ucapnya.

Aaf berpesan agar pengurus koperasi dapat menyusun dan menemukan inovasi-inovasi baru. Dapat menyesuaikan dan bertahan di tengah pandemi saat ini. Sehingga meskipun terdampak tetapi tidak sampai kolaps. “Kita perlu inovasi program, tentang pinjaman, atau program lain yang menunjang kemajuan koperasi ini,” tandasnya.

Baca juga:  21 Titik Pompa Air di Pekalongan Tak Berfungsi Maksimal

Aaf berpesan kepada ketua, pengurus, dan pengawas koperasi untuk mempertahankan tantangan koperasi. Salah satunya menjaga image sehat. Sebab saat ini, sering mendengar bahwa banyak pengurus koperasi yang membawa lari uang kas. Sehingga ini menjadi tantangan pengurus menjaga amanat dan kepercayaan dari anggota. “Kita harus benar-benar menjaga image sehat dalam kegiatan koperasi,” tegas Aaf.

Sementara itu, Penasehat Koperasi Wanita Dharma Rini Inggit Soraya, meminta ketua, pengurus dan pengawas koperasi dapat meningkatkan kompetensi dalam mengelola koperasi.  Memberi pelayanan terbaik kepada anggota. Terlebih sudah berusia cukup senior 38 tahun. “Mari kita berkomitmen bersama untuk maju dan mengelola koperasi secara efektif dan efisien,” serunya.

Harapannya, Koperasi Wanita Dharma Rini mampu bersaing dengan badan usaha lain, serta menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak agar dapat meningkatkan permodalan, pemasaran maupun kualitas SDM koperasi.

Baca juga:  Inggit Soraya Disebut sebagai “Ratu Literasi” Kota Pekalongan

“Sebab hingga kini masih bertahan dengan anggota 149 orang. Semoga ke depan semua yang terbilat lebih meningkatkan kredibilitas masing-masing,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut wali kota juga berpesan agar masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Mengingat status PPKM Kota Pekalongan saat ini di level 3. Pemkot pun mulai melakukan pembatasan-pembatasan lebih ketat.

“Saat ini Kota Pekalongan sudah masuk PPKM Level 3. Masyarakat harap menjaga diri masing-masing. Sebab varian omicron ini cepat penularannya,” tutur Aaf.

Salah satu yang dibatasi adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini masih 50 persen. Kebijakan tersebut permintaan sebagian besar wali siswa. “Kami menerima masukan terkait hal ini (PTM 50 persen). Ke depan jika kondisi membaik, akan komunikasikan lagi selanjutnya,” tukas Aaf. (han/zal)

Baca juga:  Aaf Ajak Pemda Tetangga Atasi Sampah Bersama

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya