alexametrics

Ayo Tetap Prokes, Waspadai Omicron

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Kasus kasus Covid di Kota Pekalongan per 10 Februari 2022 pukul 12.00 tercatat 168 kasus. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan setempat. Sebab, sebelumnya berbulan-bulan di Kota Pekalongan sudah zero kasus.

Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menghimbau masyarakat setempat tetap prokes. “Ayo tetap prokes dimanapun. Varian Omicron ini penularannya sangat cepat,” seru Aaf – panggilan akrab Walikota usai Forum Penyusunan RKPD di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Kamis (10/2).

Ia menambahkan, penambahan kasus yang menjadi sorotan di wilayah setempat adalah yang terjadi di MAN Iksan Cendekia (IC). Hingga saat ini, sekolah dan asrama setempat sudah di lockdown. Selain itu kini juga kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50%. “Wilayah kita kini masuk level 2, untuk itu kegiatan yang bersifat keramaian masih dibatasi,” ujarnya.

Baca juga:  Hybrid Expo Bantu Pemasaran Produk UKM Pekalongan

Dalam Forum Perangkat Daerah Tahap 1 melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pekalongan. Dengan agenda membahas mengenai usulan-usulan tentang kegiatan, administrasi, dan sebagainya. “Kota Pekalongan sudah enam kali berturut-turut mendapat penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) targetnya tahun 2022 ini wajib dipertahankan,” tuturnya.

Menurut Aaf agar WTP dapat dipertahankan administrasi masing-masing OPD haruslah baik. Apalagi kaitannya dengan program yang menggunakan APBN dan APBD. Seperti banjir dan rob, sampah, pasar, pelabuhan onshore, dan sektor perikanan. Dinas terkait haruslah berkomunikasi dengan pusat secara intens untuk mendorong agar terlaksana. “Kalau komunikasi intens artinya Kota Pekalongan selalu mengingatkan pemerintah pusat, jadi akan selalu diingat dan terlaksana,” ujarnya.

Baca juga:  Satgas Covid Semprot Kota Pekalongan

Kemudian dengan anggaran APBD, usulan yang diajukan saat Musrenbang banyak. Pihaknya berharap usulan bisa mengakomodasi skala prioritas atau yang bersifat penanganan-penanganan. Misalnya kelancaran ekonomi dan akses-akses. “Semoga hasil Musrenbng tadi bermanfaat, dan usulannya bisa terakomodasi,” ujarnya penuh harap. (han/fth) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya