alexametrics

PTM di Kota Pekalongan Kembali Dibatasi 50 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Menyusul jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang semula 100 persen kini dibatasi 50 persen.

“Ini kami lakukan mengingat grafik perkembangan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan kembali naik secara drastis,” ujar Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid Rabu (9/2).

Hal ini mengacu setelah ditemukan 87 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Salah satu yang paling menghebohkan adalah kasus penularan Covid-19 di MAN IC Pekalongan. Setelah semua warga sekolah dites PCR,  sebanyak 45 orang pelajar dan satu orang guru positif Covid-19. Kini mereka tengah menjalankan isolasi mandiri terpusat di lingkungan sekolah.

Baca juga:  Kreativitas Tanpa Batas di KBAF

Wali kota menambahkan, saat ini vaksinasi di wilayahnya masih stagnan. Terganjal vaksinasi lansia yang masih di angka 68 persen. Hal ini berpengaruh membuat Kota Pekalongan turun peringkat, yakni 28 dari 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah. “Kami akan genjot vaksinasi lagi, khususnya lansia,” tegasnya.

Pihaknya terus berupaya mengambil langkah-langkah pencegahan dan menguatkan koordinasi dengan tim Satgas Covid-19. Aaf-sapaan akrab Afzan Arslan Djunaid- meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan wali murid terkait pembatasan PTM 50 persen.  “Untuk kembali menggelar kelas daring,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim, menegaskan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Nomor 420/0229 per tanggal 4 Februari 2022 tentang PTM Level 2 Kota Pekalongan dengan ketentuan 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Baca juga:  Koperasi Tetap Bertahan di Masa Pandemi

“Ini tentunya menyesuaikan dari perkembangan yang ada di satuan jenjang pendidikan,” tutur Hakim.

Hakim menegaskan, Disdik telah mengambil langkah-langkah normatif sesuai referensi kebijakan pemerintah mengenai diskresi PTM 50 persen. Dalam surat edaran sudah ada peringatan keras agar sekolah wajib memberlakukan prokes secara ketat, ada batas titik antar jemput anak di depan gerbang sekolah. Serta mengimbau  agar orang tua membekali anaknya makan dan minum sebelum berangkat ke sekolah.

“Kami juga meminta ada satgas Covid yang rutin memonitoring penerapan prokes di lingkungan sekolahnya,” tandas Hakim. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya