alexametrics

Pemkot Pekalongan Optimalkan SDM, Industri Batik, dan Wisata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pekalongan tahun 2023.

Kali ini mengusung tema “Penguatan SDM yang Sejalan dengan Optimalisasi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Unggulan Disertai Pengembangan Pemasaran Produk Barang dan Jasa Unggulan.” Industri batik dan wisata menjadi topik utama di samping mengatasi banjir dan rob dalam acara yang digelar di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan Rabu (12/1).

Konsultasi publik tersebut dibuka secara langsung oleh Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir, pejabat terkait dan perwakilan OPD setempat.

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Bangun Tanggul Darurat Sungai Bremi

Diungkapkan Aaf panggilan akrab wali kota, beberapa isu yang masih perlu menjadi perhatian di antaranya tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah; infrastruktur lingkungan permukiman dan perkotaan; penanganan banjir dan rob; pengendalian kualitas lingkungan hidup; peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia; peningkatan derajat kesehatan, angka kemiskinan, pengangguran, dan pengembangan budaya; serta pariwisata dan peningkatan daya saing ekonomi.

“Ada beberapa poin pokok, selain pengembangan SDM, juga seperti penanganan sampah, limbah, banjir, dan rob, dan lainnya masih menjadi perhatian kami,” tuturnya.

Di samping itu, penguatan atas pengembangan industri batik dan perikanan juga perlu diberikan perhatian. Pariwisata di tahun 2023 diharapkan memberikan kontribusi besar dengan adanya wisata laut Pasir Kencana yang akan mulai beroperasi pada tahun 2022 ini.

Baca juga:  Pemkot Siapkan Incinerator, Kurangi Volume Sampah TPA Degayu

Namun pemkot memiliki pekerjaan, memenuhi infrastruktur yang belum difasilitasi oleh Pemerintah Pusat. Terutama akses menuju objek wisata tersebut yaitu Jalan WR Supratman yang masih rusak dan sering tergenang banjir. “Alhamdulillah di tahun 2022 ini sudah kami menganggarkan. Mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir menyoroti beberapa isu strategis Kota Pekalongan yang masih harus diperbaiki yaitu penanganan banjir dan rob, pengelolaan sampah, dan sebagainya.

Menurutnya, dalam penanganan-penanganan isu tersebut diperlukan sinergi antara Pemkot Pekalongan, legislatif, dan semua elemen masyarakat terkait. Dengan demikian, komunikasi bisa dibangun dan aspirasi dari anggota dewan bisa dirembuk bersama. “Saya berharap, sinergitas ini terus terjalin dengan baik dan bisa dipertahankan untuk mewujudkan Kota Pekalongan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Banjir Pekalongan Tak Kunjung Surut, Pengungsi Bertambah

Perlu diketahui, masa pandemi Covid-19, semua sumber daya terbatas, termasuk anggaran daerah di tahun 2022 masih refocusing. Sehingga dengan anggaran yang serba terbatas itu dan permasalahan begitu banyak, bisa mengefisiensikan dan mengefektifkan pembangunan di Kota Pekalongan. (han/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya