alexametrics

Serem! Buaya Muara Berkeliaran di Sungai Kupang Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Warga Kota Pekalongan dan Batang, kini harus lebih hati-hati saat beraktivitas di Sungai Kupang, yang melintasi kedua wilayah tersebut. Sebab, sudah ditangkap satu ekor buaya jenis Muara sepanjang 2,5 meter yang diamankan warga Pekalongan Selatan.

“Buaya muara itu sudah mulai menampakkan diri sejak dua hingga tiga tahun belakang ini,” ujar Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Basuki saat ditemui di Mapolsek Selatan, pada Jumat (7/1/2022).

Diungkapkan, penangkapan buaya tersebut, dilakukan oleh warga Kertoharjo yang wilayahnya dekat sungai. Beberapa hari memancing menggunakan umpan ayam. Dan berhasil ditangkap pada Kamis (6/1/2022) sore. “Saat ini diperkirakan masih ada dua buaya dewasa dan seekor buaya yang serupa, yang kerap memperlihatkan diri,” ucap Basuki.

Baca juga:  Angel…Angel…Masih Ada Remaja yang Asyik Nongkrong di Masa PPKM Darurat

Diperkirakan, sekumpulan buaya bisa hidup bebas dan berkembang biak, disebabkan ada sebuah peternakan ayam di dekat lokasi setempat. Dan biasanya, peternak membuang bangkai ayam ke sungai, sehingga buaya merasa menemukan sumber makanan berlimpah.

Untuk itu, Polisi bersama Muspika Pekalongan Selatan, telah mengimbau pemilik peternakan agar tidak membuang bangkai ayam di sungai. Sehingga buaya muara bisa kembali ke habitatnya.

Dari temuan tersebut, petugas langsung menghubungi Damkar setempat. Dan dilanjutkan koordinasi dengan petugas BKSDA Jawa Tengah. “Ini jenis buaya muara, diperkirakan berumur antara tiga hingga lima tahun,” ujar Kepala Unit Polhut SKW 2  Pemalang Endi Suryo Heksianto saat evakuasi.

Endi menjelaskan meski habitatnya ada di muara, buaya bisa hidup berkelompok dan menjelajah hingga sampai ke sungai sepanjang ada sumber makanan di sana. Sedangkan di hulu Kali Kupang ini terdapat bangkai ayam yang bisa jadi santapan buaya-buaya tersebut.

Baca juga:  Percepat Perbaikan Kualitas Layanan Publik

Selain itu, di jalur sungai Kupang juga ada Pasar Grogolan, yang juga banyak sampah-sampah daging kadaluarsa dan bangkai ayam dari pedagang. Ditambah dengan buangan limbah dari tempat pemotongan hewan.

Ditambahkan Edi Nurcahyadi dari BKSDA Jateng Kepala Resort Pemalang, buaya tersebut rencananya akan dibawa ke lokasi penangkaran atau lembaga konservasi. “Akan kita bawa ke Banyumas dititipkan disana. Atau juga bisa ditaruh di lembaga konservasi lain seperti Kebun Binatang yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Sebab buaya selain hwan dilindungi,juga belum pernah ada kasus yang dilepas liarkan. Karena sangat berbahaya, untuk lebih amannya akan ditaruh di tempat konservasi selamanya. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya