alexametrics

Kini Warga Bantaran Lodji Tidak Kebanjiran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan berupaya melakukan percepatan penanganan kawasan kumuh. Salah satunya, penataan bantaran Sungai Lodji, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.

Upaya tersebut mendapat dukungan masyarakat. Termasuk warga sekitar yang menjadi target penataan.“Alhamdulillah kini sudah tidak merasakan banjir rob,” ujar Amrin, 62, Senin (6/12).

Amrin sendiri merupakan mantan warga bantaran Sungai Lodji yang kini untuk proyek penataan kawasan. Ia sudah tinggal di sana sejak 1986 bersama 134 warga lain. Kemudian 21 warga terdampak proyek (WTP), 80 persen rumahnya harus dibongkar. Sehingga mereka harus relokasi.

Dari 21 WTP tersebut, lima di antaranya sudah menyatakan relokasi mandiri. Sisanya 16 WTP harus direlokasi pemkot bekerja sama dengan Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) untuk bantuan subsidi penyediaan hunian baru yang lebih layak. Diungkapkan, Amrin, dari ganti rugi proyek, pihaknya mendapatkan Rp 94 juta. Dari nilai itu Rp 50 juta dibelikan tanah di lokasi Perum Syukur Kelurahan Klego.

Baca juga:  Babat Reklame Mangkrak dan Bodong

Selain itu, bersama warga lain, mendapat bantuan hibah rumah sebesar Rp 60 juta, dari nilai rumah Rp 90 juta.  “Kami hanya mengangsur sisa harga rumah Rp 250 ribu per bulan selama 10 tahun,” jelas pria yang sehari-hari menjadi tukang bangunan ini.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, mengaku bersyukur atas rampungnya pembangunan hunian baru bagi 16 warga Krapyak yang terdampak relokasi. Pihaknya berterimakasih kepada semua pihak terkait, khususnya PT SMF yang telah merespon dengan sangat baik usulan Pemkot Pekalongan untuk berkolaborasi.

Alhamdlillah kini warga bantaran sungai sudah memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya di sela-sela meresmikan pembukaan perumahan tersebut.

Aaf-sapaan akrab wali kota- berharap, program bantuan pengadaan hunian baru bagi WTP dari PT SMF ini bukan yang pertama dan terakhir di Kota Pekalongan. “Pemkot bersyukur ada program ini. Saya lihat warga tadi juga bahagia,” tandas wali kota.

Baca juga:  Sertifikat Tanah Bisa untuk Modal Usaha

Sementara itu, Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo menjelaskan, pihaknya mendapatkan tugas dari Kementerian Keuangan untuk membantu pemerintah memperbaiki rumah warga di wilayah permukiman kumuh. Salah satunya program KOTAKU, yang didanai melalui dana hibah dari program kemitraan bina lingkungan (CSR) dengan total dana Rp 1,490 miliar.

Ananta memaparkan, program ini dilakukan secara bergulir bekerja sama dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dalam program KOTAKU. “Program ini semoga bermanfaat bagi warga,” ungkap Ananta.

Plt Dinperkim Kota Pekalongan, Andrianto,ST,MT memaparkan, relokasi rumah baru bagi 16 WTP ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari program pemkot dalam menata kawasan kumuh di sepanjang Sungai Lodji. Di mana penataan bantaran Sungai Lodji membutuhkan pengadaan tanah sepanjang 1.500 meter atau 1,3 hektare.

Baca juga:  Wali Kota Pekalongan Belum Izinkan KBM Tatap Muka

“Dana bina lingkungan ini dilaksanakan oleh BKM Sukses Ikhlas. Dan sudah terselesaikan 100 persen. Semoga bermanfaat,” tandasnya. (han/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya