alexametrics

Pemkot Pekalongan Bangun Tanggul Darurat Sungai Bremi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan langkah darurat dengan membuat tanggul darurat. Hal ini untuk mengatasi banjir yang merendam beberapa wilayah di Kota Pekalongan. Tanggul dibuat di sisi barat Sungai Bremi yang bocor atau jalur melimpasnya air di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhankraton, Pekalongan Utara.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan Nur Priyantomo SE MM melalui Kepala Bidang PSDA Khaerudin ST menjelaskan, limpasan Sungai Bremi di sisi barat ini menjadi salah satu penyebab banjir yang menggenangi beberapa daerah. Mulai dari Kelurahan Padukuhan Kraton, Kelurahan Pasir Kraton Kramat, dan Tegaldowo Pasirsari di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Tanggul Sungai Bremi yang bocor secara keseluruhan, panjangnya sekitar 680 meter. Dari keseluruhan panjang tersebut, 350 meter masuk wilayah Kota Pekalongan. “Ini bertahap kita mulai tanggul, untuk mengatasi limpasan yang masuk wilayah kota,” tutur Khaerudin Kamis (2/12) kemarin.

Baca juga:  Kesehatan Kondusif, Target Peningkatan Ekonomi

Pengerjaan tanggul ini akan dimulai dari titik paling selatan, yaitu wilayah yang berbatasan dengan permukiman di Kelurahan Pabean sisi barat sungai. Rencananya, tanggul akan ditinggikan setengah meter dari tanggul existing. Untuk mengatasi banjir Pasirsari, pihaknya sudah survei. Bahkan 500-an meter ke Utara sampai perbatasan Jembatan Jeruksari juga ditangani dengan tanggul sandbag.

Untuk tanggul di wilayah Pasir Kraton Kramat, ikut melimpas atau rembes yakni di titik di Kali Bremi sisi Barat dan Timur antara Jembatan Angkatan 46 kurang lebih 200 meter. Pihaknya menganggarkan Rp 50 juta, yang tambah Rp 50 juta lagi. Sudah ada anggaran Rp 40 juta, yang baru bisa digunakan pada tahun 2022.

Baca juga:  Layani Administrasi Lewat Jendela

Saat ini, sisi Pekalongan Utara dan Timur Sungai Bremi sudah ditanggul. Kurang lebih 1200 buah sandbag. Hasil dari memasok dua truk tanah yang bekerja sama dengan warga di Gang Bangunrejo Krapyak Lor untuk memasok di wilayah pertemuan Jalan Truntum Jlamprang yang kena limpasan dari Sungai Loji.

Untuk menangani genangan air pada dua titik banjir parah di Kota Pekalongan yakni Clumprit Degayu dan Pasirkratonkramat, pihaknya akan menempatkan pompa submersible di Stasiun Pompa Randujajar. Selain itu, DPUPR juga telah berkoordinasi dengan BBWS untuk tempatnya. “Selain BBWS, kami koordinasi dengan PLN untuk bantuan listrik,” jelasnya.

Sedangkan sisi Timur Clumprit sudah ditempatkan pompa submersible di Stasiun Pompa Degayu kapasitas 1.000 liter per detik. Sebenarnya, di dekat tersebut ada pompa existing, namun tidak bisa dijalankan karena terendam rob. Saat ini dibutuhkan pompa mobile.

Dengan kapasitas 50 liter per detik untuk mengatasi kondisi banjir dan limpasan Sungai Loji. Termasuk di wilayah yang saat ini sedang ditanggul, juga dikerahkan pompa mobile dengan kapasitas kecil dengan kecepatan 15 liter per detik. (han/ida)

Baca juga:  Tetap Operasi Masker di Tengah Banjir Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya