alexametrics

Madrasah Siap Jadi Sekolah Ramah Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Sekolah berbasis agama atau madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan siap menjadi sekolah ramah anak. Hal ini untuk mendukung wilayah setempat menjadi Kota Layak Anak (KLA).

Hal tersebut mulai diwujudkan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) setempat. Dengan menggelar Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Konvensi Hak Anak (KHA) Bagi Kepala Sekolah dan Guru MI se-Kota Pekalongan berlangsung di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Kamis (2/12).

Ketua KKMI Kota Pekalongan sekaligus ketua penyelenggara Drs H Akhmad Syakur menjelaskan, semua MI sebenarnya sudah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang SRA. Namun, sekolah di lingkungan Kemenag memang belum secara intens untuk bisa diberikan sosialisasi. “Harapan kami, seluruh MI bisa menyelenggarakan Sekolah Ramah Anak,” ungkapnya

Baca juga:  Lindungi Konsumen, SPBU Ditera Ulang

Pada pelatihan tersebut, diikuti sebanyak 88 orang terdiri atas 44 kepala sekolah MI dan 44 orang perwakilan guru MI se-Kota Pekalongan. Mereka nanti akan menjadi penanggung jawab di masing-masing madrasah dalam rangka mempersiapkan SRA.

Kepala Kemenag Kota Pekalongan Drs H Maksum mendukung pelatihan tersebut. Istilah ramah anak sudah familiar di masyarakat dan hampir semua fasilitas diupayakan menjadi fasilitas yang ramah anak-anak.

Diungkapkan lebih lanjut, bahkan sekarang bukan hanya sekolah ramah anak saja sebetulnya yang menjadi indikator KLA. Ada gereja ramah anak, vihara ramah anak-anak, masjid ramah anak, dan sebagainya. “Kami mendukung sekali adanya kegiatan pelatihan ini, dalam rangka menjadikan semua tempat bisa ramah terhadap anak-anak,” tegas Maksum.

Baca juga:  Masih Penghujan, Waspada Banjir dan DBD

Plt DPMPPA Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nur Agustina menerangkan, tidak hanya satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan saja, tetapi sekolah di bawah naungan Kemenag dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng yang harus bersama-sama bergerak mewujudkan SRA. “Salah satu upaya perwujudan SRA ini, sekolah-sekolah melalui pendidik dan tenaga kependidikan harus terlatih Konvensi Hak Anak,” jelasnya.

Pada pelatihan tersebut, khusus membahas pasal-pasal terkait anak yang di dalamnya berhubungan dengan anak. Sehingga penyelenggara SRA harus memahami konvensi tersebut. Jika tidak memahaminya, dikhawatirkan banyak hal yang dilakukan akan melanggar hukum atau tidak melindungi hak-hak anak. “Pelatihan KHA ini sebagai syarat untuk satuan pendidikan mewujudkan sekolah yang ramah anak,” lanjutnya. (han/ida)

Baca juga:  Waspadai Limbah Medis Masyarakat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya