alexametrics

Jamaah Asal Sumatera hingga Papua Hadiri Maulid Akbar Habib Luthfi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejak Minggu (14/11/2021) subuh, Kota Pekalongan diguyur rintik gerimis. Namun tak menyurutkan semangat ribuan jamaah untuk hadir di acara Maulid Akbar Kanzus Sholawat Kota Pekalongan pimpinan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Mereka yang datang dari berbagai daerah menyemut menuju Gedung Kanzus Sholawat di Jalan Dr Wahidin Poncol, Kota Pekalongan.

Para jamaah datang berjalan kaki, naik motor, naik angkot, mobil bak terbuka, mobil pribadi, bus mini hingga bus ukuran besar. Tidak hanya warga Pantura dan sekitarnya, ada juga jamaah asal luar provinsi.

Di antaranya, dari Madura, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, bahkan Papua. Tak sedikit jamaah sudah hadir sejak beberapa hari sebelum maulid akbar digelar. Hal ini membuat hote-hotel di Kota Pekalongan dan sekitarnya penuh sejak Jumat lalu.

“Saya sudah sejak lama selalu hadir saat peringatan maulid nabi bersama Habib Lutfi,” ujar Badrus, jamaah asal Bangkalan, Madura.

Ia datang dari Pulau Garam bersama warga sekampung dengan menyewa bus. Selain kelompoknya, ada warga lain dari luar pulau yang juga hadir dalam majelis tersebut.

Baca juga:  Migrasi ke Digital, Batik TV Harus Tingkatkan Kualitas
Ribuan jamaah memenuhi Gedung Kazus Sholawat hingga ke jalan-jalan di sekitarnya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, parkir kendaraan jamaah hingga radius 1 kilometer dari lokasi utama peringatan Maulid Nabi. Hal ini juga disambut gembira warga sekitar. Puluhan warung dadakan berdiri, mulai penjual minuman sampai warung makan.

Semua laku keras. Warga yang biasanya menganggur dapat berkah dengan menjadi tukang parkir dadakan.

Dalam acara tersebut, berbagai tokoh nasional hadir, di antaranya perwakilan Menteri KKP, Kepala BNPT, Kabag Intelkam Polri, Polda Jateng, Pangdam V/Brawijaya, Wakil Gubernur Jawa Timur, perwakilan Kemendagri, Wakil Provinsi Jateng, Wali Kota Semarang, dan perwakilan PWNU se Indonesia.

Perwakilan Kanzus Sholawat Habib Ahmad Al Habsyi mengucapkan banyak terima kasih bagi siapapun yang ikut menyukseskan acara tersebut. Mewakili tuan rumah, dirinya memohon maaf kalau tidak bisa memberikan pelayanan yang baik.

Acara tersebut juga untuk melepas kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. “Alhamdulillah kita berkumpul di majelis yang Insya’ Allah dihujani berkah oleh Allah SWT,” ucapnya.

Baca juga:  Kenal Bandar di Medsos, Dua Remaja Diciduk

Ia juga berdoa, semoga negara Indonesia dihindarkan dari bencana. Allah SWT mencabut virus dari negeri ini, dan negeri-negeri lain.

Pada kesempatan itu, KH Adib Karomi, Pengasuh Ponpes Mamba’ul Huda Pajomblangan Timur, Pajomblangan, Kedungwuni, Pekalongan memberikan tausiyah. Sebagai muslim yang baik, kata dia, jika ingin menambah nikmat Allah, harus dengan banyak bersyukur. Sebab, jika Allah tidak menghendaki, kita bersyukur atas apa yang diberikan saat ini, maka tidak diberikan.

Anugerah Allah, kata dia, adalah hak prerogatif. Sebesar apapun kita meminta, tidak akan bisa. Akan tetapi kita harus ridho yang saat ini didapatkan. “Namun jika kita bersyukur atas nikmatnya, maka siapapun yang bersyukur. Tanpa kita meminta, akan diberikan tambahan nikmatnya,” ucapnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar mengatakan secara pribadi, sudah sejak 15 tahun yang lalu kenal dengan Habib Lutfi. Tepatnya saat dirinya bertugas di Jawa Timur.

Baca juga:  Bahu Berat Sebelah, Ada Sekelebat Bayangan Hitam dan Suara Gesekan Besi

“Habib, wawasan kebangsaannya sangat kuat. Awal kenal dulu, langsung diajak membuat kegiatan dialog kebangsaan, sebagai bentuk cinta NKRI,” sebutnya.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Kanzus Sholawat Nabi Asip Kholbihi mengungkapkan, tahun ini pihaknya sebenarnya hanya mengundang 300 orang saja. Namun diperkirakan yang hadir enam ribu orang, bahkan bisa lebih. “Kami hanya mengundang sedikit mengingat masih PPKM. Panitia mohon maaf, jika banyak masalah teknis bagi undangan,” katanya.

Mantan Bupati Pekalongan ini mengakui, para jamaah sudah cukup lama menunggu momen tersebut. Karena sudah dua tahun, kegiatan ini ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan berbagai organisasi yang hadir membantu terlaksananya acara ini. Dari Ansor Banser, Pemuda Pancasila hingga organisasi Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) yang hadir bersama Ketua Umum Hercules Rozario Marshal. Acara ditutup dengan pembacaan salawat oleh Az Zahir dan doa penutup dari Habib Luthfi. (han/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya