alexametrics

PeduliLindungi Mulai Diwajibkan di Kota Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Beberapa lembaga di kota Pekalongan sudah menerapkan aturan wajib memindai aplikasi PeduliLindungi, bagi siapa saja yang ingin masuk di lingkungannya. Hal ini, sebagai bentuk perwujudan imbauan pemerintah pusat untuk mengurangi penyebaran virus covid 19.

Salah satunya di kawasan Mapolres Pekalongan Kota, yang sudah sejak beberapa waktu ini, mulai menerapkan wajib pindai aplikasi PeduliLindungi bagi tamu yang akan masuk. Jika belum ada aplikasi, diharap menginstal dulu.

Apalagi bagi yang sudah vaksin, bisa memanfaatkan aplikasi ini.  “Kami meminta para pengunjung untuk scan QR di pintu masuk sebelum masuk,” jelas Kasubag Humas Polres Pekalongan Kota AKP Suparji Minggu (17/10/2021).

Penerapan aplikasi PeduliLindungi ini, menurutnya, membantu meningkatkan partisipasi masyarakat guna melaporkan lokasi dan riwayat perjalanan selama pandemi. Seperti mengatur kepadatan pengunjung di suatu lokasi, hingga informasi vaksinasi.

Baca juga:  Mendadak dan Minim Dana, Festival Balon Tetap Meriah

Sekaligus terintegrasi dengan data hasil tes pemeriksaan Covid-19 dan data vaksinasi nasional. “Selama penerapan scan QR, masyarakat merespon positif dan mulai menerapkannya,” serunya.

Hal yang sama juga diterapkan di SMAN 2 Pekalongan. Di tempat ini, tak hanya wajib bagi siswa. Para guru, karyawan, wali murid atau orang tua hingga masyarakat umum yang ingin mengakses layanan, wajib scan QR kode PeduliLindungi. “Ini bentuk antipasti klaster baru, saat kami menggelar Pembelajaran Tatap Muka,” jelas Plt Kepala SMAN 2 Pekalongan Abdur Rozak.

Rozak menambahkan, kewajiban memindai barcode ini, juga bentuk menanamkan sikap tanggung jawab seluruh stakeholder di sekolahnya. Dan respon atas Surat Edaran dari pemerintah pusat dan daerah. “Kami sudah menerapkan ini sejak 11 September kemarin,” ungkapnya.

Baca juga:  Dolan PAUD untuk Atasi Kesenjangan Pendidikan

Rozak mengakui, selama penerapan dapat respon baik dari berbagai pihak. Namun juga diakui bahwa masih ada beberapa siswa yang masih belum memiliki aplikasi ini. Selain tidak membawa gadget juga belum diinstal karena keterbatasan. (han/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya