alexametrics

Tanah di Pekalongan Turun 6 Cm Tiap Tahun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Wilayah di Kota Pekalongan mengalami penurunan sekitar 6 cm tiap tahun. Untuk itu, pemerintah setempat segera mencari solusi, dengan berbagai pihak yang berkompeten.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan Ir Anita Heru Kusumorini Msc menjelaskan, saat ini masih dalam masa pemantauan dan penelitian dari berbagai pihak baik.

Seperti dari Badan Geologi di Kecamatan Pekalongan Barat turunnya sekitar 0,5 sentimeter per bulan, sehingga setiap tahunnya kira-kira 6 sentimeter. Sementara, di patok yang ada di Kecamatan Selatan memang sekitar 0,2 sentimeter atau tidak terlalu cepat.

“Ada lambat, ada juga yang diperkirakan cepat seperti yang disampaikan oleh Dr Heri Andreas dari ITB sampai 50 sentimeter. Berdasarkan patok yang sudah dipasang,” tutur Anita.

Baca juga:  22 Formasi CPNS Pemkot Pekalongan Tak Ada Pelamar

Menurut Anita, penyebab penurunan permukaan tanah di Kota Pekalongan disinyalir karena pengambilan air tanah yang masif. Selain itu, jenis tanah Kota Pekalongan yang berupa endapan dan berusia muda yang secara alami akan mengalami penurunan.

Lebih lanjut, Anita menerangkan, saat ini yang baru bisa dilakukan Pemkot dengan moratorium terhadap rekomendasi pengambilan air bawah tanah. Tetapi, tidak bisa menghentikan yang sudah ada. 

Kemudian mengupayakan supaya pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong. Yang melibatkan wilayah tetangga Batang dan Kabupaten Pekalongan.

“Saat ini baru dengan Kabupaten Pekalongan, itu juga belum maksimal,” jelasnya saat mendampingi Tim Adaptation Fund memantau sejumlah titik di Pekalongan.

Sementara itu, Team Leader Project Adaptation Fund Kota Pekalongan Dadang Hilman menjelaskan, program ini akan berjalan selama 3 tahun ke depan. Dengan kegiatan membangun kapasitas para pemangku kepentingan dan mengadvokasi kebijakan ketahanan iklim. Melalui program pendekatan 3S (safekeeping – surviving – sustaining).

Baca juga:  Habib Luthfi Ajak Masyarakat Patuhi Prokes

“Kondisi lapisan tanah di pesisir Pekalongan telah mencapai minus 30-50 cm di bawah permukaan air laut. Akibatnya peluang terjadinya banjir akan sering terjadi,” serunya.

Pengaruh penurunan muka tanah juga menjadi faktor paling tinggi dibandingkan dengan kenaikan muka air laut terhadap perubahan luas genangan banjir rob.

Untuk itu, komponen Intervensi fisik dalam program AF ini di antaranya perlindungan pesisir terhadap abrasi dan terehabilitasi. Kegiatannya di antaranya pengembangan mangrove, penguatan sedimentasi pantai dan pelibatan masyarakat wilayah pesisir.

Selain itu, pengelolaan sampah atau limbah, fasilitas sanitasi umum dan pengembangan urban farming. Sementara intervensi non fisik, kegiatan yang akan dilakukan di antaranya peningkatan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim. (han/ton)

Baca juga:  Asyik Ngamar, Empat Pasangan Digerebek

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya