alexametrics

Pelaku Usaha Diberi Kelonggaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Walaupun masuk kriteria kriteria Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Pemerintah Pekalongan akan berikan kelonggaran bagi pelaku usaha. Selain itu, akan melanjutkan kebijakan mematikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik pusat kota.

“Kami melihat kasus aktif Covid-19 mulai menurun, kami berikan kelonggaran di sentra ekonomi selama perpanjangan hingga 9 Agustus 2021 mendatang,” jelas Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Selasa (3/8/2021).

Pelonggaran ini dimulai dengan dibukanya aktivitas pasar tradisional atau pasar darurat, baik yang menjual kebutuhan pokok (sehari-hari) maupun non-kebutuhan sehari-hari. Termasuk pelaku usaha sektor makanan, perhotelan, sektor hiburan, hingga penyelenggaraan resepsi pernikahan. “Tapi ingat tetap jaga prokes ketat. Penjualan makanan kalau bisa take away,” tegas Aaf, panggilan akrab wali kota.

Baca juga:  Curah Hujan Tinggi Diprediksi Sampai Maret

Selanjutnya, karena dirasa cukup efektif mengurangi mobilitas dan kerumunan, Pemkot melalui Dinas Perhubungan, kembali akan mematikan PJU di 64 ruas jalan. Karena ada kelonggaran, tetap akan nyala mulai pukul 17.30 sampai dengan 20.00 wib saja. Kemudian akan dimatikan otomatis. Untuk efektifitas, kami menggunakan timer. “Namun untuk memastikan, kami punya tim patroli lampu PJU. Jika belum mati, akan dimatikan manual,” jelas Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum, Hadi Kuswanto.

Sementara itu, untuk mempercepat vaksinasi, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan kini bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Dengan menargetkan vaksinasi covid kepada 1.100 ibu hamil (bumil) pada Agustus. “Bumil rentan terpapar Covid-19, ini upaya mencegah resiko penularannya kepada anak dan keluarga,” jelas Ketua IBI Kota Pekalongan, Zaidah.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) saat ini merekomendasikan bumil dan ibu menyusui. Namun, Kementerian Kesehatan baru merekomendasikan bumil. “Khusus bumil hanya dilakukan sekali dan jenis vaksinnya berbeda dengan sinovac,” terang Zaidah.

Baca juga:  Setahun 200 ASN Pemkot Pekalongan Pensiun

Selanjutnya, teknis pelaksanaan masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenkes. Untuk kelancaran, IBI sudah berkoordinasi dengan bidan yang selama ini bertugas dengan melakukan sosialisasi dan memberikan motivasi bumil untuk vaksin. “Saat ini, kami sarankan agar bumil sementara lebih banyak di rumah. Tetap jaga prokes dan makan bergizi untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan ibu dan janin,” katanya. (han/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya