alexametrics


Seminggu Penuh Swab Acak Pusat Keramaian

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Selama satu minggu ke depan, Pemerintah Kota Pekalongan bersama tim gabungan menggelar operasi yustisi sekaligus tes swab acak di berbagai pusat keramaian. Usaha ini untuk menekan lonjakan kasus Covid 19 yang trennya cenderung naik. “Kita harus waspada. Pekalongan trennya naik. Ini bentuk upaya kami,” tegas Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan di sela-sela operasi pada Sabtu (12/6/2021) malam.

Operasi yustisi ini akan melibatkan 250 personel gabungan TNI, Polri dan Pemerintahan (BPBD, Satpol PP, Dinkes, dan Dinas Perhubungan). Tim akan menyasar pusat-pusat keramaian di Kota Pekalongan. Seperti Alun-alun, mal, lapangan Jatayu, makam Sapuro, Dupan Square dan lain-lain. Sebelumnya digelar apel malam di halaman Setda Kota Pekalongan Sabtu (12/6/2021) malam. “Operasi ini akan terus dilakukan berturut turut selama satu minggu kedepan,” tegas Aaf, panggilan akrab wali kota.

Dijelaskan Aaf, bahwa operasi yustisi dilakukan atas instruksi presiden, panglima TNI dan kapolri mengingat Jawa Tengah jumlah kasusnya sangat meningkat dan sudah ada varian baru. Dan ternyata dari hasil pantauan di lapangan, masih banyak warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Untuk itu, dalam operasi tersebut juga digelar tes swab secara acak. “Swab ini kita acak supaya tahu jumlahnya semakin meningkat apa tidak,” imbuhnya.

Hasil swab acak tersebut, dari 25 pengunjung di Alun-Alun Kota Pekalongan, ada satu orang yang reaktif dan berasal dari Kabupaten Batang. Masih di lokasi yang sama, dari 25 sampel pedagang yang tes swab, tiga orang reaktif. Kemudian di makam Sapuro dari 28 sampel pengunjung dan pedagang, 4 positif orang semua dan semua dari Kota Pekalongan. Di lokasi lain yaitu Exit Toll Setono, dari 21 peziarah yang dihentikan negatif semua. Dan 25 pengunjung di Kompleks Dupan Square juga negatif semua. (han/pim/ton)

Terbaru

Populer

Lainnya