alexametrics

Penanganan Gizi Buruk Masuk Program Prioritas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Penanganan gizi buruk menjadi fokus Pemkot Pekalongan. Setiap tahun masih dijumpai balita dengan gizi buruk. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga Maret 2021 ada 24 kasus.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE mengatakan, anak merupakan aset bangsa. Untuk itu, masalah gizi buruk menjadi salah satu prioritas. Pihaknya mendorong segala langkah strategis untuk pencegahan dan penanganan gizi buruk. Salah satunya dengan membuka lembaga pelayanan gizi buruk, seperti Rumah Singgah Gizi di kompleks Puskesmas Dukuh,

“Jikalau memiliki anak, saudara atau tetangga yang memang mengalami gizi buruk, bisa segera dibawa ke sini,” ujarnya saat monitoring pelaksanaan penanganan gizi buruk di rumah singgah gizi Ananda Ceria Selasa (27/4/2021).

Baca juga:  Ijazah PAUD Syarat Mutlak Daftar SD

Kepala Dinas Kesehatan Slamet Budiyanto menambahkan, setiap tahun masalah gizi buruk masih dijumpai. Akhir tahun 2020, ada 15 balita yang menderita gizi buruk. Sebelumnya ada 35 kasus. Kemudian, di bulan Maret 2021 ada penambahan sekitar sembilan kasus. Total saat ini ada 24 balita.“Penanganan terus kami lakukan, ketika ditemukan (balita gizi buruk) langsung ditangani sampai sehat,” ungkapnya.

Terkait faktor penyebab anak gizi buruk, salah satunya penyakit penyerta yang diawali dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Sehingga, dalam penanganan turut disembuhkan penyakit penyertanya.“Yang lebih penting adalah bagaimana keluarga memberikan asupan gizi yang baik,” tandasnya.

Balita gizi buruk rawan dengan perubahan kondisi fisik maupun perubahan lingkungan. Untuk itu,  pemantauan harus rutin dilakukan.

Baca juga:  Bruk! Tembok Stasiun Pekalongan Tiba-Tiba Ambrol

Dinkes berupaya melakukan penanganan dengan Program Makanan Tambahan (PMT) secara rutin. “Harapan kami ke depan sudah tidak ada kasus balita gizi buruk lagi,” harapnya. (han/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya