alexametrics

Cuaca Cerah, Nelayan Panen Rebon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Nelayan di pesisir Kota Pekalongan bergembira di akhir bulan Maret. Mereka mulai panen udang rebon. Bahan baku untuk terasi ini tersedia melimpah. “Saat ini panen cukup mudah tanpa harus ke tengah laut,” ungkap penangkap udang rebon Zaenal di pesisir pantai setempat, Selasa (30/3/2021).

Zaenal menjelaskan, seharusnya panen dimulai sejak Februari. Setiap akhir penghujan, rebon dominan mendekati garis pantai. Namun karena gelombang pasang, tertunda sampai akhir bulan ini. Saat ini, dia bisa panen hingga puluhan kilogram dalam sehari. Dibanding pada musim kemarau tahun kemarin, hanya dapat belasan kilo rebon. “Alhamdulillah, panen kali ini lebih banyak,” imbuhnya.

Dari hasil tangkapan tersebut, jika dijual dalam bentuk udang segar harganya Rp 25.000 per kilogram. Namun kalau diolah menjadi terasi, bisa naik menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Baca juga:  Gelar Uji Kompetensi untuk Kasir Koperasi

Hal tersebut dibenarkan perajin terasi di Pantaisari Kota Pekalongan Mugiono. Dalam sehari rata-rata bisa membuat 5 kilogram. Proses pembuatannya cukup mudah. Udang rebon sebelumnya dijemur hingga kering. Kemudian disortir, dipilih yang kondisinya bagus. Lalu ditumbuk sampai lembut, baru dicetak jadi terasi.

Terkait pemasaran, kata Mugiono, sebagian besar dipasarkan sendiri di toko oleh-oleh di sekitar pantai. Atau dibawa ke pasar setempat. Ada juga yang diambil pengepul untuk di jual ke Pantura dan Jakarta. “Keunggulan terasi di sini lezat, lembut, dan tidak ada campuran apapun. Asli dari rebon, banyak yang suka,” tandas Mugiono. (han/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya