alexametrics

Wali Kota Pekalongan Fokus Tangani Banjir dan Rob

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid berharap sinergitas dengan Jawa Pos Radar Semarang selama ini semakin ditingkatkan. Tak hanya dalam kerja sama pemberitaan, melainkan juga kegiatan lain. Hal itu disampaikan wali kota yang baru sekitar tiga pekan menjabat tersebut saat menerima  jajaran pimpinan Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya, Kamis (18/3/2021) siang.

Rombongan Jawa Pos Radar Semarang dipimpin Direktur Baehaqi didampingi General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manager Bisnis Sugiyanto Wiyono, Manager Keuangan Indah Fajarwati, serta Kepala Biro Pekalongan Lutfi Hanafi.

“Kami berharap Pemerintah Kota Pekalongan dengan media Jawa Pos Radar Semarang bisa lebih terjalin kerja sama, dan bisa sinkron dalam pemberitaan, dan lain sebagainya. Semoga permasalahan seperti banjir, rob, dan penanganan limbah bisa segera kita atasi,” ujar pria yang akrab disapa Aaf ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung cair itu, Aaf sempat membeberkan sejumlah target selama kepemimpinannya. Di antaranya, dalam penanganan banjir dan rob.

Baca juga:  Truk Pengangkut Susu Terguling di Jalur Tengkorak

Dikatakan, sebanyak 22 dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan terendam banjir pada musim penghujan tahun ini. Delapan kelurahan kategori parah, dan delapan lainnya masuk kategori sedang. Sisanya tergolong ringan. Pihaknya akan terus berusaha mengurai persoalan banjir tersebut.

“2035 Kota Pekalongan diprediksi akan tenggelam. Penurunan tanahnya rata-rata 6 sentimeter per tahun. Itu persoalan alam. Kalau kita tidak berbuat sesuatu, ya bakal tenggelam. Masak kita lantas diam saja,” terangnya.

Berbagai upaya akan dilakukan untuk mengatasi penurunan tanah itu. Banjir telah menjadi agenda tahunan. Sinergitas dengan berbagai instansi terkait, baik dari provinsi maupun pusat akan dilakukan. Perbaikan sanitasi dan normalisasi sungai secara besar-besaran menjadi sasaran.

Selain itu, Aaf juga bakal menjaga batik sebagai warisan budaya dunia dari Pekalongan. Limbah batik menjadi sorotan. Ungkapan semakin pekat watna sungai di Pekalongan sebagai pertanda geliat produksi batik bakal dihilangkan. Walaupun ungkapan itu terkesan positif, namun kepekatan air sungai menjadi pertanda pencemaran lingkungan.

Baca juga:  Festival Bor Suro Bangkitkan Tradisi Lama

“Bagaimana mempertahankan Pekalongan sebagai kota batik, tanpa mencemari lingkungan. Jangan sampai UNESCO mencabut status batik sebagai warisan budaya dari Indonesia karena proses pembuatan batik mencemari lingkungan,” tandasnya.

Apalagi beberapa waktu lalu sempat viral banjir berwarna merah ‘darah’di Kota Pekalongan. Hal itu menjadi sorotan dunia dan UNESCO. Pihaknya pun terus menyampaikan bahwa itu bukan dari limbah industri batik. Melainkan obat batik yang hanyut.

Terkait kerja sama dengan Jawa Pos Radar Semarang, wali kota juga menginginkan adanya keberlanjutan program pelatihan penulisan artikel ilmiah para guru di Kota Pekalongan. Hal itu akan sangat membantu dan mengasah kemampuan guru dalam bidang kepenulisan.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi mengucapkan selamat atas dilantiknya Aaf sebagai wali kota Pekalongan. “Selamat atas terpilihnya Pak Arslan sebagai wali kota Pekalongan. Semoga sukses, diberi kesehatan, dan kekuatan untuk memimpin Kota Pekalongan hingga menjadi lebih baik dari yang sebelumnya,” ucapnya.

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Lapak Liar di Interchange Setono

Ia menekankan, kerja sama yang dilakukan oleh Jawa Pos Radar Semarang dengan pemerintah kabupaten/kota tidak sekadar dalam pemberitaan.  Namun juga berbagai program offprint untuk ikut membangun wilayah kabupaten/kota. Ia mencontohkan, lomba Kampung Hebat di Kota Semarang yang mampu menggerakkan warga kampung untuk membangun.

“Ada 259 kampung mewakili kelurahan mengikuti lomba Kampung Hebat ini. Kategori yang dilombakan pun beragam. Ada kategori kampung hijau, kampung Pancasila, kampung smart, kampung rukun dan aman, serta kampung bersih dan sehat,” katanya.

Baehaqi mengatakan, Jawa Pos Radar Semarang yang berpusat di Kota Semarang memiliki kantor biro di Kota Pekalongan. Sehingga sebagai bagian dari rakyat Kota Pekalongan, sudah sewajarnya jika Jawa Pos Radar Semarang ikut berperan dalam memajukan Kota Batik. “Mohon bimbingan dari Pak Wali, dan semoga kami bisa ikut membantu Pak Wali dalam membangun Kota Pekalongan,” ujarnya. (yan/aro)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya