alexametrics

Baristanya Polisi, Sering Dikira Kafe Beneran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Ingin mengubah image kantor Polisi menjadi kantor yang nyaman, Kapolsek Pekalongan Selatan, Polres Pekalongan Kota, Jateng membuat kafe di bekas lahan parkir. Dan semuanya gratis.

Selasa (2/3/2021) sore wartawan Jawa Pos Radar Semarang bersantai di sebuah kafe. Kursi dan meja besar bermotif kayu menjadi pilihan untuk duduk. Nampak empat kursi tinggi, di depan mini bar, ada dua anggota polisi yang sedang bersantai. Berjarak. Lampu–lampu sudah dinyalakan. Senyap-senyap, suara televisi beradu dengan mesin giling kopi.

Sejenak, segelas kopi tersaji di meja. Tanpa gula. Kopi tersebut rasanya segar. Tercium aroma buah. Jika beli di kafe lainnya harganya bisa belasan ribu. Di tempat tersebut gratis.“Diseruput mas,” sapa barista coffee shop kepada wartawan koran ini.

Tidak sekadar barista, pria yang memakai apron coklat tersebut merupakan Polisi aktif berpangkat Brigadir Kepala (Bripka). Selain ahli menembak penjahat, ternyata cekatan menyeduh kopi. Ruangan mirip kafe tersebut, memang berada di lingkungan Polsek Pekalongan Selatan Polres Pekalongan Kota. Sudah ada sejak akhir tahun 2020.

Baca juga:  Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur Menyimpan Banyak Misteri

Coffee shop tersebut ungkap Bripka Windo, dibuat akhir tahun 2020. Awalnya Kapolda Jateng saat itu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memerintahkan untuk membuat layanan masyarakat, yaitu rumah baca Semar (Semangat Membaca Anak Dan Remaja). Dari ruangan tersebut, sering kedatangan tamu.

Untuk melayani, sekadar minuman, dibuatlah dapur sederhana. Awalnya Cuma meja bartender. Timbul ide menyediakan tempat duduk. Ditambah banyak fasilitas. Hingga kini komplet dengan adanya karaoke, wifi gratis. Tidak hanya itu, lampu warna-warna dipasang di sekitar kafe. Jika dilihat dari jalan raya, memang seperti kafe pada umumnya.

Walaupun sederhana dan gratis, mereka menyajikan kopi berkualitas tinggi. Karena mereka mendapat pasokan kopi dari salah satu kedai kopi lokal kenamaan, Beyond Coffee  Shop. Selain itu, sering mendapat kiriman kopi dari luar kota.“Saya sering dapat kiriman kopi dari penggemar,” ucap polisi yang juga Youtuber ini.

Baca juga:  TNI dan Polisi juga Dirazia Prokes

Berbagai penggemar dari luar daerah seperti Banyuwangi, Lampung, Kalimantan, Kediri hingga Aceh, rutin mengirim kopi. Dalam sehari, dibantu rekannya Bripka Lutfi, menyeduh 60 sampai 100 gelas. Bahkan bisa lebih, jika ada kegiatan Polres atau kunjungan di kantornya.“Kalau malam, tulisan Polsek tidak terlihat. Orang sering keblasok (tersesat), masuk sini dikira kafe,” imbuh Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki.

Bahkan tidak hanya sekali dua kali, banyak anak muda masuk, dan kecele. Dari yang berkendara mobil hingga motor, dari orang pacaran hingga orang pulang kerja malam. Seperti video yang viral beberapa waktu lalu.

Tidak hanya sekedar warga yang sering datang, tokoh besar dan pejabat di Kota Pekalongan sering mampir dan ngopi. Dari Wali Kota, Dandim hingga tokoh masyarakat. “Habib Luthfi dan Syekh Sayyid Ahmad Rouhi Ad-Dailaby Al- Jailani yang merupakan cucu ke-28, pernah ngopi disini,” seru Basuki.

Baca juga:  Gempar Buana Gerakkan Siswa Jauhi Narkoba

Kompol Basuki menyebut tak hanya saat malam hari, banyak juga warga yang salah sangka saat siang hari. Rata-rata mereka yang mengurus pembuatan SKCK, sambil menunggu memesan kopi atau teh di kafe. Namun saat bayar ditolak anggotanya. “Warga sering kaget, saat mau bayar ditolak, ternyata gratis,” ujarnya.

Di Polsek Pekalongan Selatan, kini ini banyak warga yang tidak sungkan datang. Baik untuk membuat SKCK atau meminta layanan lainnya. Kadang tetap dilayani, walau sekedar ingin ngopi. “Warga tidak takut atau sungkan lagi untuk datang ke kantor polisi,” serunya. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya