alexametrics

Wali Kota Aaf Programkan Penanggulangan Banjir Besar-Besaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Banjir di Kota Pekalongan seolah menjadi agenda tahunan. Awal Februari tahun ini, 22 dari total 27 kelurahan kebanjiran. Ketinggiannya bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga 1,5 meter. Kondisi itu memerlukan penanganan serius.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf) dan wakilnya Salahudin punya program penanggulangan banjir secara besar-besaran. Agenda itu menjadi salah satu prioritas pembangunan dari pasangan yang meraih 94.971 suara dalam Pilkada 2020 tersebut. Banjir dan rob akan mendapatkan perhatian khusus.

Aaf mengakui, drainase di Kota Pekalongan masih jauh dari kata baik. Bahkan bisa dikatakan semrawut. Guyuran hujan berapa saat langsung menimbulkan banjir. Air tidak bisa mengalir melalui irigasi. Karenanya, pada periode kepemimpinannya ini, saluran drainase yang ada akan dibenahi. “Penanganan banjir harus besar-besaran, harus sinergi semua. Tidak bisa hanya memperbaiki drainase tanpa adanya normalisasi sungai dan pembangunan tanggul sungai,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Mengatasi banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekalongan saja. Menurutnya sangat penting adanya koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Pihaknya akan mengusahakan adanya normalisasi sungai besar-besaran. Wewenang tersebut ada di tangan Pemprov Jateng.

Baca juga:  Tanggul Sungai Meduri Pekalongan Jebol, Ratusan Warga Mengungsi

Sungai di Kota Pekalongan sudah 10 hingga 20 tahun tidak pernah ada normalisasi. Problem tersebut dianggap menjadi persoalan menahun. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR pusat tentang tanggul-tanggul sungai untuk pencegahan banjir. Di beberapa tempat, sungai lebih tinggi dari daratan. Sedangkan di lokasi tersebut padat penduduk,” timpalnya.

Bencana banjir menghambat aktivitas warga. Perekonomian tidak bisa berjalan lancar, bahkan berhenti. Seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya. Genangan air di jalan-jalan utama membuat lalu lintas lumpuh.

Saat musim hujan, problem lain juga muncul. Pasang air laut membuatnya semakin parah. Hingga menghambat aliran sungai menuju ke laut. Banjir rob menambah panjang durasi bencana banjir. “Mudah-mudahan komunikasi ini bisa terjalin baik, dan bisa merealisasikan program pembangunan untuk meminimalisasi banjir. Prosesnya panjang, tidak bisa 1 tahun ini langsung teratasi. Harus ada pembangunan secara bertahap multiyears,” imbuhnya.

Baca juga:  21 Titik Pompa Air di Pekalongan Tak Berfungsi Maksimal

Selain memperbaiki aliran air, penurunan muka tanah juga menjadi perhatian Aaf. Kota Pekalongan diprediksi tenggelam 30 tahun yang akan datang. Karenanya, ia sangat memperhatikan pengambilan air tanah. Pembatasan ketat akan diberlakukan. Baik untuk hotel, industri, dan PDAM. “Pembangunan pasar Banjarsari juga menjadi target pembangunan kita. Di periode kepemimpinan kami, Pasar Banjarsari harus terbangun kembali. Mudah-mudahan dua target pembangunan besar ini bisa terealisasi,” tandasnya. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya