alexametrics

Setiap Waktu Makan Sediakan 2.000-2.500 Nasi Bungkus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Bencana banjir yang masih merendam pemukiman warga di Kota Pekalongan, membuat ribuan pengungsi masih bertahan. Baik di lokasi pengungsian, maupun di lokasi mandiri. Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) kini menyediakan dapur umum terpusat di halaman kantor setempat.

“Ini inisiatif kami untuk mengambil alih dapur umum terpusat untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi maupun warga terdampak lainnya,” jelas Plt Dinsos-P2KB Kota Pekalongan Budiyanto pada Senin (15/2/2021).

Dijelaskan lebih lanjut, adanya dapur umum terpusat ini, karena dapur umum Stadion Hoegeng sinergi antara Satbrimob dengan Komunitas Pekalongan Tanggap sudah tidak ada. Namun dapur umum lain seperti oleh Kodim 017 Pekalongan yang dipusatkan di GOR Jetayu, Kecamatan Pekalongan Utara. Dan 60 dapur umum mandiri oleh masyarakat masih ada.

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Siapkan Blueprint Penanganan Banjir

Namun, dua hari yang lalu, atau sepekan kejadian banjir, operasional dapur umum pusat di Stadion Hoegeng dihentikan. Sehingga, Pemkot Pekalongan melalui Dinsos-P2KB setempat berinisiatif untuk mendirikan.

Sebelumnya Dinsos-P2KB tidak membuka dapur umum, namun tetap berkoordinasi dengan instansi terkait dalam membantu menyuplai kebutuhan pangan. Baik makanan siap saji yang dipesan melalui warung-warung makan. Maupun menyalurkan bantuan logistik yang menyasar ke dapur-dapur umum baik dapur umum pusat maupun dapur umum mandiri.

Dapur umum Pemkot saat ini per waktu makan menyediakan 2.000-2.500 nasi bungkus untuk membantu para pengungsi di Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Timur. Sedangkan di Pekalongan Utara masih dibantu oleh Kodim 017 Pekalongan rata rata 1.200 nasi setiap waktu makan.

Baca juga:  Sebulan Sepuluh Kejadian Pohon Tumbang

Menurut Budiyanto, dalam pendistribusian bantuan nasi bungkus, bantuan tersebut langsung diantar ke titik-titik pengungsian maupun diambil oleh masing-masing koordinator warga. Dalam proses operasional dapur umum pusat Pemkot dibantu ASN dan non ASN Dinsos-P2KB, relawan sosial Taruna Siaga Bencana (Tagana), pegawai dari perwakilan OPD terkait. Baik dari Satpol PP, BKD, Setda Bagian Umum, serta para relawan yang sukarela membantu. (han/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya