alexametrics

Atasi Banjir, Warga Kelurahan Tirto Bangun Tanggul Swadaya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin berkunjung ke Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Kehadirannya, untuk melihat langsung, kreativitas warga setempat. Mereka sukses mencari solusi banjir bertahun-tahun yang sering mereka alami, dengan membuat tanggul permanen.

Ketua RT 3/RW 1 Triono mengungkapkan, sebelumnya dirinya berkirim pesan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Warga sukses berinovasi dalam mencegah. “Kunjungan kemarin, sangat mendadak. Bahkan Pemkot juga tidak tahu ada kunjungan tersebut,” ucapnya, Minggu (24/1/2021).

Diungkapkan Triono lebih lanjut, Wagub mengapresiasi inovasi warga dalam mencegah banjir di kampungnya dengan membuat tanggul penahan air dari luapan Sungai Bremi. Padahal menurut Wagub, aliran sungai disitu lebih tinggi dari perkampungan mereka.

Baca juga:  Ekonomi Kota Pekalongan Tumbuh 3,56 Persen

Dia jelaskan, di sekeliling kampung ditanggul cukup tinggi. Ketika hujan deras mengguyur atau air rob naik, tidak sampai meluber ke dalam perkampungan. Saat hujan, air dibuatkan drainase yang baik menuju satu penampung air di lokasi tersebut. Kemudian air disedot dengan satu pipa dan dibuang ke sungai. Hasilnya, walaupun diguyur hujan deras, wilayah tersebut tetap aman karena air langsung dibuang ke sungai. Dan air dari sungai tidak masuk ke perkampungan.

Untuk membuatnya, warga patungan biaya, ditambah bantuan dari pengusaha, pejabat dan bantuan dari Pemkot setempat. Dibuat dalam kurun waktu tahun 2020 awal hingga pertengahan. Kini, saat musim banjir tahun 2020 hingga awal tahun 2021, kampung tetap aman. “Kata Wagub, jika dengan tanggul lebih murah dan tidak ribet, ini bisa menjadi solusi bersama untuk daerah lain,” ujarnya.

Baca juga:  Saelany Machfudz Siap Maju Lagi

Sebab, jika solusinya normalisasi sungai akan menemui banyak kendala. Mulai dari alur administrasi yang ribet, karena wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, akan menemui kesulitan teknis. “Saat ini kalau dikeruk, alatnya akan susah masuk, sudah banyak rumah. Tanah kerukan juga bingung ditaruh dimana,” jelas Triono, menirukan ucapan Wagub.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid atau biasa disapa Aaf mengungkapkan, dirinya sempat menerima pesan dari Wagub Taj Yasin agar membersihkan sungai dari enceng gondok dan sampah. Untuk itu, dia meminta warga ikut jaga kebersihan lingkungan. Dengan rajin menggelar kerja bakti dan buang sampah pada tempatnya. “Sungai di Pekalongan, banyak enceng gondok, sampah juga di gorong-gorong. Akibatnya air mampet,” ujarnya.

Baca juga:  Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

Terkait tanggul, pihaknya berharap segera ada pembangunan tanggul parapet sungai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Pusdataru Jateng. “Tahun kemarin ada refocusing anggaran, semoga tahun ini bisa direalisasikan,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Pekalongan, kata Aaf, akan mengakomodasi saluran drainase, untuk dibenahi agar saluran air lancar. “Kami akomodasi saluran drainase untuk segera dibenahi supaya aliran air lancar,” tutupnya. (han/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya