alexametrics

Setahun 200 ASN Pemkot Pekalongan Pensiun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Sebanyak 17 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan memasuki purnatugas pada 1 Januari 2021. Terhitung selama setahun ada sekitar 200 ASN yang pensiun. Hal ini mengakibatkan banyak kekosongan, mengingat selama 4 tahun rekrutmen selalu berkurang.

Kepala BKPPD Kota Pekalongan Budiyanto berharap, kekosongan ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan yang sudah minus growth selama 4 tahun ini, ke depan bisa segera diisi oleh SDM yang berkualitas melalui rekrutmen CPNS dan P3K di tahun-tahun mendatang.

Diungkapkan, untuk CPNS formasi 2019 di Pemkot Pekalongan saat ini sudah sampai tahap selesai pengajuan NIP dan pertimbangan teknisnya. Dan mereka pada awal tahun 2021 nanti sudah bisa mulai masuk kerja di masing-masing instansinya. “Kami bersyukur juga, Kemenpan-RB di tahun 2021 juga akan kembali membuka lowongan CPNS dan P3K. Mudah-mudahan Kota Pekalongan bisa mendapat formasi yang lebih banyak lagi,” harapnya.

Baca juga:  Perpustakaan Kota Pekalongan Dibuka Kembali

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz di Ruang Jatayu Setda Senin (28/12) menyerahkan surat keputusan (SK) purnatugas sekaligus tunjangan hari tua (THT). Diserahkan secara simbolis pada perwakilan ASN yang purnatugas.

Saelany mengucapkan selamat dan rasa terima kasih atas dedikasi, pengabdian, jasa dan loyalitas para purna ASN. Selama mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan dan telah membawa dampak yang baik bagi lingkungan kerja dan masyarakat pada umumnya. Disampaikan Saelany penyerahan tunjangan hari tua (THT) pensiun, merupakan wujud perhatian dan penghargaan bagi PNS yang memasuki masa purnatugas. Kegiatan ini juga akan terus dipertahankan, sebagai penghormatan bagi PNS yang purnatugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Baca juga:  Sering Jebol, Tanggul Randujajar Diperkuat 700 meter

Wali Kota juga kembali mengingatkan para purna ASN yang telah menerima THT ini agar lebih bijaksana dalam menggunakan tabungan pension. Agar tidak terbuai dengan bujuk rayu atau ragam investasi yang ditawarkan tanpa diketahui legalitasnya. (han/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya