alexametrics

Bantuan Daring dan Prokes untuk Ponpes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pondok pesantren (ponpes) dan madrasah di Kota Pekalongan akan mendapat bantuan stimulan dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

“Bantuan akan menyasar 16 ponpes dari 33 pesantren yang ada di Kota Pekalongan,” jelas Kepala Kemenag Kota Pekalongan melalui Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Drs HM Nadhief, Mc Kamis (15/10/2020).

Bantuan yang diberikan berupa stimulan untuk pengadaan perangkat pendukung pembelajaran daring. Seperti laptop, perangkat untuk pengambilan gambar, pemasangan wifi internet, dan kebutuhan relevan lainnya. Diberikan Rp 15 juta selama 3 bulan, masing-masing Rp 5 juta per bulan.

Serta bantuan operasional (BOP) Rp 25 hingga Rp 40 juta untuk setiap pondok pesantren. Dananya dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam. Misalnya membayar listrik, air, dan keamanan. BOP juga bisa digunakan untuk pembiayaan kebutuhan protokol kesehatan. Seperti sabun, hand sanitizer, masker, thermal scanner, penyemprotan disinfektan, wastafel, alat kebersihan.

Baca juga:  Ormas Bergabung, Tolak Anarkisme

Nadhief menambahkan, bantuan tersebut diberikan kepada pesantren yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, serta terdaftar pada Kantor Kemenag. Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga. Bantuan berbentuk uang tunai itu berasal dari dipa pusat tahun 2020. Untuk itu pertanggungjawabannya harus jelas. “Harapan kami ponpes tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran pandemi Covid-19,” tutupnya. (han/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya