alexametrics

Pensiunan Jangan Tergoda Investasi Bodong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz mengingatkan pensiunan aparatur sipil negara (ASN), yang menerima tunjangan hari tua (THT), agar jangan tergiur investasi bodong.

Hal tersebut, diungkapkan saat melepas 15 ASN yang akan memasuki purnatugas pada 1 September 2020 di ruang Jetayu Setda setempat Jumat (28/8/2020).

Pelepasan dilakukan simbolis dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Purnatugas sekaligus. Hadir Kepala BKPPD Kota Pekalongan Ir Budiyanto MPi MHum dan Kepala Taspen Pekalongan.

Wali Kota Saelany  menyampaikan selamat dan rasa terima kasih atas darma bakti para purna ASN. Karena telah mengabdi membantu kepentingan pembangunan Kota Pekalongan sesuai bidangnya. Seperti pendidikan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan sebagainya.

Setiap ASN nantinya akan memasuki masa pensiun itu. Meski sudah purnatugas, menurut wali kota masih bisa untuk mengabdi di masyarakat melalui berbagai aktivitas yang bermanfaat.

Baca juga:  Komitmen Layani Tanpa Pandang Bulu

Namun yang lebih penting, dengan diterimanya uang THT, Saelany mengingatkan agar para pensiunan jangan terbuai dengan investasi bodong. Para pegawai yang sudah memasuki usia pensiun harus cerdas dalam mengelola dana pensiunnya. “Kami berharap uang THT yang diterima bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pensiunan jangan mudah tergiur dengan iming-iming investasi atau bisnis yang tidak jelas, yang menjanjikan keuntungan besar tanpa harus bekerja keras. Di luar sana banyak sekali oknum memanfaatkan para pensiunan untuk dijadikan korban penipuan investasi bodong,” tutur Saelany.

Lebih lanjut, pemberian THT ini adalah sebagai wujud penghargaan dan penghormatan bagi para PNS yang telah memasuki masa purna sebagai abdi negara.

Baca juga:  Jumlah Pemudik di Terminal Pekalongan Turun Drastis

Kepala BKPPD Kota Pekalongan Ir Budiyanto MPi MHum menyebutkan sebelum memasuki purnatugas, para ASN tersebut telah diberikan diklat purna dengan pemberian pelatihan dan intensif serta informasi kemudahan mengurus pencairan dana pensiun dengan bekerja sama PT Taspen.

Lebih lanjut, Budiyanto menyebutkan jumlah pensiun ASN Pemkot Pekalongan dalam setahun rata-rata mencapai 125-150 orang. Dengan adanya kejelasan tindak lanjut pelaksanaan tes SKB CPNS Formasi 2019 yang akan digelar pada bulan September ini nantinya dapat mengisi dan melengkapi kebutuhan ASN di Pemerintah Kota Pekalongan.

Adapun 15 ASN Pemkot Pekalongan yang purnatugas per 1 September 2020 yakni Khodijad dari SD Kradenan IV, Setyaningrum dari SD Landungsari V, Tuti Indriani dari Dinas Pendidikan.

Baca juga:  Resmi Dilantik, Aaf: Sah, Jadi Wali Kota!

Khusnulwati dari TK Masyitoh 05 Banyurip Alit, Supartinah dari SD Kandang Panjang I, Rokhani TK Al Amanah, Theresia Maryatun dari SD Gamer 1, Siti Rozanah dari SD Buaran, Murningsih dari SD Poncol III, Wakhidin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA).

Kemudian Parikesit dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), Sri Rejeki dari Kelurahan Pringrejo, Atik Indrastuti Setyowati dari Dinas Pendidikan, Agustin Dyah Hastuti dari Dinas Kesehatan, dan Muchtar dari Dinas Pariwisata, Kebudayaaan, Kepemudaan, dan Olah Raga (dinparbudpora).

Dalam kesempatan tersebut, Saelany menyerahkan bantuan kursi roda dari Taspen Peduli kepada dua purna ASN di Pemkot Pekalongan.(han/hum/lis/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya