Pelaku UMKM Berbondong-Bondong Urus Perizinan

450
Petugas saat mengatur pemilik usaha yang akan mengajukan izin usaha, demi dapat bantuan modal di kantor DPMPTSP. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Pekalongan berbondong-bondong mengurus perizinan usaha di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat.

Sejak pagi mereka telah mendatangi kantor perizinan. Hal ini untuk persyaratan untuk mendapatkan suntikan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) terdampak Covid-19 dari pemerintah pusat. Antrean panjang kepengurusan izin, sudah berlangsung sejak seminggu lalu.

Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan melalui sekretarisnya, Supriyadi mengungkapkan jumlah pemohon yang mengurus  izin usaha mikro kecil (IUMK) dalam beberapa hari terakhir ini mengalami lonjakan drastis. Sebab, salah satu persyaratan pengajuan bantuan, setiap UMKM wajib mengurus izin usahanya.”Proses pengajuan IUMK ini hanya zampai pertengahan September,” terang Supriyadi.

Menurut informasi yang diterima, para pemohon yang datang mengurus izin di antaranya UMKM bidang makanan, minuman, konveksi. Diterangkan juga, sebelum mengajukan pengusulan bantuan hibah, UMKM bisa diurus melalui dua jalur baik secara online maupun offline datang langsung ke kantor DPMPTSP Kota Pekalongan dari pukul 08.00-15.30 untuk Hari Senin-Kamis dan Hari Jumat pukul 08.00-14.00. “Saat pengurusan dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan,” tutur Supriyadi.

Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kota Pekalongan, T.R. Jaka Wibawa  menambahkan dalam mengurus perizinan usaha, para pelaku UMKM yang mengajukan izin wajib mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki loket pendaftaran. Lebih lanjut, Jaka menyebutkan, dalam seminggu terakhir ini terhitung lebih dari 1000 orang pemohon mengantre mengurus izin usaha.

Setiap hari cenderung mengalami peningkatan untuk jumlah pemohon yang mengajukan izin, maka dari itu kami memberlakukan batasan kuota setiap hari hanya melayani 150 orang pemohon. “Kami juga mengarahkan kepada UMKM, mengajukan izin secara online melalui portal yang telah disediakan,” papar Jaka. Selama lonjakan antrean ini, pihaknya membuka 8 loket untuk melayani perizinan. (han/lis/bas)