alexametrics

Makamkan Korban Pembunuhan dengan Nama Mr X, Ternyata Anak Kandungnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Kenangan melayang dalam benak Antariksa, 48, saat memakamkan jenazah tak dikenal yang ditemukan di belakang eks dealer Daihatsu pada 24 April 2020. Tiga bulan berselang, baru diketahui bahwa jenazah tersebut merupakan putranya, Surya Maulana, 14, yang menghilang beberapa hari sebelumnya.

Warga Setono Pekalongan Timur ini bertugas memakamkan jenazah tak dikenal tersebut di TPU Sapuro. Ia merupakan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) di bawah Dinas Sosial Kota Pekalongan. Saat itu, jenazah yang sudah tidak bisa dikenali tersebut diperkirakan seorang anak jalanan yang jadi korban pembunuhan.

Kepastian bahwa jenazah tersebut merupakan putranya datang ketika tim Resmob Polres Pekalongan Kota menangkap KNP alias NK, 17, warga Kraton, Kota Pekalongan dan pacarnya, S, 16. Kedua remaja ini diduga kuat sebagai pembunuh Muhammad Arya Sofa, warga Kelurahan Setono yang ditemukan tak bernyawa di bantaran sungai Kalibanger, Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan Kamis (16/7/2020) lalu. Dari penyelidikan polisi, NK diketahui juga membunuh remaja di belakang eks dealer Daihatsu Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur yang kemudian diketahui sebagai Surya.

Baca juga:  Setiap Waktu Makan Sediakan 2.000-2.500 Nasi Bungkus

Saat menerima kunjungan Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz Sabtu (18/7/2020) lalu, Antariksa menceritakan kronologis anaknya yang sempat hilang beberapa bulan lalu sebelum ditemukan tewas terbunuh. Mayat anaknya ketika ditemukan dalam posisi tengkurap. Batok kepala sudah mulai rusak, bagian kaki sudah mulai dikerubuti lalat dan belatung serta ditutup terpal. “Saya yang kemudian memakamkan di TPU Sapuro,” jelasnya. Jenazah tak dikenal ini mulanya dimakamkan dengan identitas Mr X di nisannya.

Pelaku ternyata teman Facebook anaknya dan motifnya ingin merampas motor. Saat ditemukan mayat anak ketiga dari empat bersaudara ini memang dalam kondisi yang tidak dapat dikenali karena sudah membusuk dan tidak bawa identitas diri.” Anak saya sempat hilang beberapa hari sebelum ditemukan tewas terbunuh dengan tali atau kawat dan bambu, ternyata dengan pelakunya sama dengan (kasus) Kalibanger,” ungkapnya sedih.

Baca juga:  RSUD Bendan Luncurkan Layanan Cepat Ambulan Bembi

Selain berkunjung ke rumah almarhum Surya, Saelany dan rombongan juga mendatangi rumah almarhum Arya. Penemuan jasad Arya sempat membuat heboh masyarakat setempat, karena ditemukan dengan luka tusuk di perut dan leher. “Semoga kedua almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, lapang dada,” ucap Saelany. (han/ton/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya