alexametrics

Sidak Pasar, Temukan Daging Busuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Jelang lebaran, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan melaksanakan inspeksi atau pengawasan bahan makanan asal hewan ke sejumlah pasar tradisional di. Kamis (14/5/2020) Tim Kesmavet Dinperpa mulai diterjunkan ke Pasar Grogolan dan Eks Banjarsari untuk menekankan keamanan dan kelayakan daging dan telur.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Zainul Hakim mengungkapkan bahwa memasuki hari ke-21 Ramadan ini Dinperpa mulai mengawasi barang beredar khususnya di sektor pangan segar asal hewan maupun pangan segar asal tumbuhan atau tanaman pangan holtikultura.

“Saat ini merebak isu peredaran daging oplosan dan telur tetas yang tidak aman dikonsumsi. Guna mencegah beredarnya barang tersebut, melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, kami melakukan pengawasan hingga H-2 lebaran,” tandas Hakim kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Hakim, Kota Pekalongan dinilai masih aman karena belum ditemukan masuknya daging dari luar daerah yang dikhawatirkan terdapat campuran daging yang tidak halal menurut syariat Islam. Adapun pengawasan tersebut dilakukan karena di daerah lain beredar adanya telur infertil yakni telur tetas karena adanya fluktuasi harga saat pandemi.

Baca juga:  Dari 27 Kelurahan di Kota Pekalongan, Hanya Lima yang Tidak Terendam Banjir

Disampaikan Hakim bahwa ia telah membentuk tim untuk mengawasi secara rutin keterbutuhan, ketersediaan, dan harga bahan pokok penting atau sembako. Selain itu, lebaran ini konsumsi bahan pangan asal hewan semakin meningkat, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dan waspada terhadap makanan yang dikonsumsi. Pastikan tak membahayakan kesehatan dan terutama pastikan kehalalan daging yang dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ilena Palupi  menyampaikan bahwa pengawasan bahan pangan asal hewan di pasar tradisional secara rutin telah dilaksanakan dan menjelang hari lebaran ini intensitasnya akan dinaikkan.

“Kami rutin mengawasi peredaran daging dan telur di pasar tradisional ini agar aman, sehat dan halal dikonsumsi masyarakat. Tadi kami menemukan beberapa daging ayam yang busuk, serta ada daging sapi yang sudah terlalu lama disimpan di frezer. Yang kedaluwarsa sudah kami minta untuk disingkirkan. Untuk telur di Pasar Grogolan dan Eks Banjarsari ini masih aman, telur yang dipasarkan adalah telur konsumsi, sedangkan Harga daging sapi saat ini mencapai Rp110.000/kg dan telur ayam ras Rp20.000/kg,” papar Ilena.

Baca juga:  Hendi Ajak Panser Biru Bantu Tegakkan Prokes

Ilena mengimbau kepada masyarakat yang belanja bahan pangan asal hewan agar teliti memilih daging dan telur. Dikhawatirkan ada pedagang nakal yang mencampur daging  dengan daging babi atau babi hutan bahkan daging busuk.

Pihaknya pun memberikan tips untuk memilih daging sapi yakni dengan memilih daging yang berserat, kenyal, dan berwarna merah tua. Sedangkan daging babi memiliki ciri-ciri lunak, berlemak, dan berwarna merah pucat. Untuk telur, secara fisik berwarna cokelat mengkilat sedangkan telur tetas infertil berwarna putih kecoklatan. Meskipun sudah berlangganan belanja di pedagang tertentu, menurit Ilena tidak ada salahnya masyarakat tetap waspada dan teliti. (nor/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya