Pensiunan dan PNS Dapat Bantuan, Buruh Batik Malah Tidak Dapat

345
Usrifah, 56, seorang janda di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan mengaku tak dapat bantuan dampak pandemi korona. (Norma Sari Yulianingrum/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diberikan Pemkot Pekalongan diketahui telah salah sasaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Triono, Ketua RT di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan.

Tri menyebutkan bahwa 16 warganya yang terdata di daftar JPS tidak sesuai dengan kondisi ekonomi di lapangan. “Ada pensiunan dan PNS yang dapat. Tapi janda tua malah nggak dapat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/5/2020).

Adapun salah seorang warga bernama Usrifah, 56, mengaku bahwa sejauh ini dirinya belum pernah mendapat bantuan  dampak pandemi korona tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa mata pencahariannya sehari-hari adalah sebagai buruh batik yang berpenghasilan Rp 10.000 per hari. Di samping itu, ia juga diketahui hidup sebatang kara di rumahnya.

Kontras dengan apa yang terjadi pada Chusnul Machrom. Pengusaha batik tersebut malah diketahui mendapatkan bantuan.

Tri menambahkan bahwa ketika ia menanyakan terkait daftar penerima bantuan ke Pemkot, pihak Pemkot mengatakan bahwa daftar tersebut berdasarkan data terdahulu dari kementrian sosial.

Sementara itu, wali kota Pekalongan HM Saelany Machfudz mengatakan bahwa kepada penerima bantuan yang disadari telah berkecukupan untuk memberikan bantuan kepada warga lain yang benar-benar membutuhkan. (nor/bas)

 





Tinggalkan Balasan