Stok Elpiji Bersubsidi Aman Selama Ramadan

335
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan menggelar inspeksi mendadak bersama Tim Pengawasan Barang Beredar di sejumlah agen dan pangkalan elpiji. (Norma Sari Yulianingrum/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan menjamin stok elpiji bersubsidi tiga kilogram  tercukupi selama bulan Ramadan hingga Lebaran.

Pernyataan tersebut diutarakan Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM, Sri Haryati usai menggelar inspeksi mendadak bersama di sejumlah agen dan pangkalan elpiji.

“Berdasarkan data kami, di Kota Pekalongan ada lima agen elpiji dengan 220 pangkalan elpiji yang tersebar di sejumlah titik wilayah Kota Pekalongan. Dari hasil pantauan, stok ketersediaan elpiji di Kota Pekalongan masih tercukupi selama Ramadan hingga Lebaran,” tutur Haryati kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Haryati, selama bulan April ini jumlah pasokan elpiji tiga kilogram masih lancar dengan jumlah pasokan 384.240 tabung di lima agen. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di mana bulan Januari 2020 sebanyak 378.960 tabung, bulan Februari 355.200, serta Maret 295.000 buah tabung.

Haryati juga menegaskan, selain stok yang tercukupi, berdasarkan hasil pantauan yang sudah dilaksanakan tersebut, harga elpiji tiga kilogram juga masih dalam keadaan normal. Untuk harga gas elpiji tiga kilogram di tingkat agen masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 14.250. Sedangkan untuk di tingkat pangkalan sebesar Rp 15.500 dan untuk di tingkat pengecer mulai dari Rp 19.000.

“Memang untuk kebutuhan masyarakat khususnya para pedagang akan elpiji ada sedikit penurunan karena sebagian usaha mereka ada yang tutup. Tapi kami tetap menunggu informasi penambahan alokasi stok dari Pertamina namun biasanya penambahan baru dilakukan saat menjelang lebaran kisaran penambahannya sebanyak empat persen,” ungkap Haryati.

Adapun jika didapati terjadi kenaikan harga di pangkalan dana agen yang tidak sesuai HET akan ditindak tegas oleh Dindagkop-UKM dan akan dikenai sanksi penutupan usaha agen dan pangkalan elpiji. (nor/bas)

 





Tinggalkan Balasan