alexametrics

Tak Ada Alasan Menolak Pemakaman Pasien Korona

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Adanya aksi penolakan jenazah korona di sejumlah daerah menginisiasi Pemerintah Kota Pekalongan melalui RSUD Bendan untuk melakukan pelatihan pemulasaran jenazah korona.

Pelatihan yang dihadiri Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz ini diikuti oleh Tim Medis RSUD Bendan, BPBD, Satpol PP, dan Polres Pekalongan Kota. Menurut Wali Kota Saelany, pelatihan ini  penting dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan burik di kemudian hari. Seperti melimpahnya korban positif korona.

Adapun Saelany menambahkan bahwa pelatihan ini sebagai bentuk kesiapan agar pemulasaran jenazah korona dilaksanakan sesuai prosedur. Tak hanya tim medis, BPBD, dan Satpol PP yang terlibat. Keterlibatan Polri juga diperlukan pada saat pengawalan pemulasaran jenazah. “Dengan demikian melalui kegiatan yang melibatkan semua elemen ini dapat bersama-sama dalam menangani korona ini,” tutur Saelany.

Baca juga:  Targetkan Bebas Sampah dalam Tiga Bulan

Pelatihan diawali dengan memakai alat pelindung diri lengkap terlebih dahulu, lalu petugas mensilmulasikan cara pemulasaran jenazah terjangkit korona. Petugas menyemperotkan cairan disinfektan pada setiap tahapannya, seperti proses memandikan dan membungkus jenazah.

Lubang pada tubuh jenazah harus ditutup dengan kapas, yang sudah diberi disinfektan. Selanjutnya jenazah dimasukkan ke dalam kantong plastik berlapis dan dimasukkan ke dalam peti. Cara ini harus dilakukan untuk mencegah cairan droplet keluar dari lubung tubuh.

“Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir jenazah pasien korona akan dapat menular ke masyarakat sekitar pemakaman karena semua tindakan pemulasaran jenazah sudah dilakukan sesuai SOP yang ketat,” pungkas Saelany. (nor/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya