alexametrics

Padukan Pesona Wisata Alam, Batik dan Religi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Bertempat di  garis pantai utara pulau Jawa, Pekalongan sudah mejadi daya tarik para pembatik sejak zaman Belanda. Sadar betul akan kekayaan budaya tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan lantas mendirikan sebuah Museum Batik. Sebuah tempat di mana masyarakat bisa menengok sejarah batik lebih dalam.

Museum Batik ini terletak di Jalan Jetayu Kota Pekalongan. Areanya tak terlalu luas. Kendati demikian, apa yang tersimpan di dalamnya sangat menarik perhatian. Terdapat tiga ruang pameran utama. Di masing-masing ruang, terpajang beberapa kain batik dari dalam maupun luar negeri.

Tak hanya sekadar memamerkan batik, di samping kain-kain penuh warna tersebut, dituliskan pula sejarah mengenai masing-masing batik beserta filosofinya. Semisal batik khas Pekalongan yaitu Batik Buketan. Batik ini memiliki corak khas, motifnya berupa rangkaian bunga menyerupai buket.

Baca juga:  Call Center 112 untuk Monitoring Covid

Selain itu terdapat pula Batik Pagi Sore. Dinamai demikian sebab pada zaman dahulu batik tersebut digunakan untuk dua acara berbeda dalam satu hari, pagi dan sore hari. Coraknya pun unik. Terdapat dua motif dalam satu kain sehingga bila digunakan dua kali tampak seperti kain batik yang berbeda.

Denny Pujianto salah seorang pemandu Museum Batik mengungkapkan bahwa selain batik-batik dari Nusantara, terdapat juga batik dari manca negara seperti dari Malaysia, India, serta Sri Lanka. Namun demikian mayoritas pengunjung mengaku lebih tertarik dengan batik-batik Indonesia. Banyak pengunjung yang ingin tahu mengenai sejarah batik tanah kelahirannya.

Selain memamerkan batik-batik dari daerah dan luar negeri, terdapat pula batik-batik pemberian dari presiden dan para pejabat negara. Di antaranya adalah batik pemberian mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herrawati (alm). Ada juga kenang-kenangan batik dari Ainun Habibie (alm) yang cukup menarik perhatian pengunjung.

Baca juga:  Banyak Trayek Mati, Hanya Antar Penumpang ke Pasar

Tak hanya dikunjungi oleh masyarakat umum, sejak diresmikan pada tahun 2005, Museum Batik juga sering kedatangan tamu istimewa seperti para pejabat negara serta artis papan atas. Tak jarang pula museum ini digunakan sebagai tempat shooting acara-acara wisata di televisi.

Magnet lainnya yang juga menarik perhatian adalah adanya ruang workshop. Di ruang tersebut, pengunjung akan diajak membatik dengan menggunakan canting dan cap. Salah satu pengalaman berharga yang barangkali tak bisa dirasakan setiap saat.

Tak selesai sampai di situ. Selain ruang utama pameran dan ruang workshop, terdapat pula kafe Batik. Para pengunjung dapat beristirahat sembari menyantap hidangan tradisional khas Kota Pekalongan. Dan yang terakhir, terdapat ruang pertemuan serta ruang konsultasi atau pelayanan hak kekayaan intelektual. (nor/yan/zal/bas)

Baca juga:  Tower Sutet Roboh, Dua Petani Jadi Korban

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya