alexametrics

Nyaru Buruh Cuci, Gasak Dua Handphone

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus pencurian kembali terjadi di Kota Pekalongan. Kali ini dengan modus pura-pura menawarkan jasa tenaga rumah tangga.

Tersangka adalah Wijiarti, 34, warga Puncung Sari, Panjang Wetan, Kelurahan Pekalongan Utara. Dalam aksinya, ia berpura-pura menawarkan jasa buruh cuci atau bersih-bersih dari rumah ke rumah. Apabila terdapat rumah yang pintunya terbuka dan dalam keadaan sepi, pelaku akan masuk dan mengambil barang berharga.

Saat kejadian, korbannya warga Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat. Saat itu sang pemilik rumah sedang menjemput sekolah anaknya.  Mengetahui keadaan rumah korban yang sepi dengan pintu terbuka, tersangka kemudian melancarkan aksinya.

Ia pun berhasil menggasak dua buah handphone yang tergeletak di ruang tengah. Satu buah handphone merek Samsung A50 ia gunakan sendiri dan satu lagi handphone Samsung J2 Prime. Tersangka mengaku sering berkeliling di Kelurahan Podosugih untuk menawarkan jasanya. Namun baru pertama kali melakukan pencurian dengan alasan terdesak dan ada kesempatan.

Baca juga:  Sudah Ada Solusi, Tinggal Tunggu Regulasi

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengungkapkan bahwa kasus pencurian dengan modus pura-pura menawarkan jasa tenaga rumah tangga ini perlu diwaspadai oleh warga Pekalongan. Pasalnya tersangka bisa dengan mudah mengakses rumah-rumah tanpa dicurigai.

“Alasannya untuk berkomunikasi dengan sang anak. Tapi bagaimana pun ini tetap tindak kejahatan. Oleh karenanya, masyarakat perlu waspada untuk tidak meninggalkan rumah dalam keadaan pintu terbuka,” ujar kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. (nor/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya