Jamu yang Diproduksi Teruji Klinis dan Aman dalam Pengolahan

Mengunjungi Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Kota Pekalongan

94
NORMA SARI YULIANINGRUM, Pekalongan, Radar Semarang
NORMA SARI YULIANINGRUM, Pekalongan, Radar Semarang

RADARSEMRANG.ID, – Berdiri sejak 2015, Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Kota Pekalongan hingga kini masih konsisten dalam mengembangkan produk jamu. Klinik Saintifikasi Jamu ini merupakan sebuah inovasi kreatif bagian dari PSPJ Kota Pekalongan yang kini menjadi rujukan banyak pasien untuk mendapatkan kesembuhan dari jamu herbal.(NORMA SARI YULIANINGRUM, Pekalongan, Radar Semarang).

SEJAK dulu, jamu telah dipercaya sebagai alternatif pencegahan penyakit dan memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Bahan yang alami membuatnya ramah bagi tubuh serta tak banyak memiliki efek samping. Karenanya, Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berinisiatif untuk mengembangkan produk jamu dengan membuka Klinik Saintifikasi Jamu yang terbuka untuk masyarakat umum di Kota Pekalongan.

Hingga saat ini Klinik Saintifikasi Jamu memiliki berbagai varian produk jamu rebusan. Seperti jamu sambiloto dan brotowali sebagai obat diabetes. Selain itu, terdapat juga jamu dari bawang putih untuk keluhan wasir yang terbukti banyak menyembuhkan pasien.

Dokter Klinik Saintifikasi Jamu dr Akhmad Ismail mengungkapkan, Klinik Saintifikasi Jamu merupakan terobosan dari Kementerian Kesehatan dalam upaya melegalkan jamu. Ia menambahkan bahwa dalam dunia medis, eksistensi dan khasiat jamu belum banyak diakui. Melalui Klinik Saintifikasi Jamu inilah Kementerian Kesehatan ingin memanfaatkan secara maksimalkan keberadaan tanaman-tanaman herbal untuk bisa bersanding dengan obat-obatan kimia.

Humas PSPJ Kota Pekalongan Arby Lukman Maulana menambahkan, dalam produksinya, Klinik Saintifikasi Jamu memiliki etalase tanaman obat tersendiri. Hampir semua bahan jamu di klinik ini berasal dari hasil tanaman sendiri.

Selain itu, dalam pengolahannya klinik ini juga menggunakan teknologi mutakhir yang terjamin kualitasnya. Seperti menggunakan rumah hybrid untuk proses pengeringan. Rumah hybrid ini dilindungi lapisan karbonat yang menyerap panas, namun menangkal sinar ultra violet. Sehingga tidak merusak kandungan-kandungan yang ada pada tanaman.

“Semua ada ilmunya, jadi kalau untuk mengeringkan tanaman tidak sekadar dikeringkan secara sembarangan. Jadi, kami bisa pastikan kalau jamu di sini benar-benar teruji klinis dan aman dalam pengolahan,” ujar Arby.

Nur Yatin, salah seorang pasien asal Kelurahan Bendan, Kota Pekalongan mengaku, sudah tiga kali datang ke Klinik Saintifikasi Jamu ini. Menurutnya, meski khasiatnya tak bisa langsung dirasakan secara instan, tapi ia merasa bahwa mengonsumsi jamu lebih aman ketimbang mengonsumsi obat-obatan kimia.

“Tiga kali saya datang ke sini. Saya memilih jamu karena dari dulu lebih suka ke herbal. Saya berusaha untuk menghindari obat kimia dan minum jamu karena lebih aman. Selain itu, harganya juga lebih terjangkau,” ungkap Nur.

Selain memroduksi jamu, Klinik Saintifikasi Jamu yang terletak di Jalan Letnan Suprapto, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan ini juga memfasilitasi sekolah atau perguruan tinggi yang hendak berwisata edukasi. Selain itu, banyak juga instansi-instansi yang mengunjungi klinik ini untuk pelatihan pembuatan jamu secara baik dan benar. (*/aro)

Tinggalkan Balasan